
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membangun akses menuju kawasan kantor pemerintahan terpadu Kota Bogor di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
Pembangunan akses jalan tersebut ditandai dengan ground breaking dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, akses jalan tersebut ditargetkan selesai dan sudah terhubung pada akhir 2026.
Menurutnya, keberadaan akses baru ini akan memberikan konektivitas langsung dari Exit Tol Jagorawi menuju kawasan Bogor Timur tanpa harus memutar melalui kawasan Regional Ring Road (R3).
“Target selesainya akhir tahun ini, jalan sudah harus terhubung. Nanti begitu jalan terhubung, masyarakat yang keluar dari Tol Jagorawi tidak usah memutar lagi ke kawasan R3,” kata Dedie.
Dengan adanya akses tersebut, waktu tempuh masyarakat menuju sejumlah kawasan di Bogor Timur diharapkan menjadi lebih singkat. Salah satunya akses menuju kawasan Bogor Raya Golf yang nantinya dapat ditempuh langsung melalui jalan baru tersebut.
“Kalau misalnya mau menuju ke arah Bogor Raya Golf, bisa langsung lewat sini sehingga mempersingkat waktu perjalanan,” ujarnya.
Dedie menilai pembangunan akses jalan tidak hanya berkaitan dengan konektivitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor Timur.
Ia mengatakan, kawasan sekitar kantor pemerintahan terpadu masih memiliki lahan yang cukup luas. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi masuknya investasi dengan berbagai fungsi.
“Harapannya, infrastruktur ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan bangkitan ekonomi baru,” ucapnya.
Pemkot Bogor pun membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan berbagai fasilitas di kawasan tersebut. Beberapa sektor yang disebut antara lain pendidikan dan kesehatan, seperti pembangunan perguruan tinggi swasta maupun rumah sakit.
“Karena lahan di sini masih sangat luas, kita mengundang para investor untuk masuk, misalnya untuk pembangunan perguruan tinggi swasta atau rumah sakit,” jelasnya.
Menurut Dedie, peluang investasi tersebut dimungkinkan karena kawasan itu memiliki konsep mixed-use atau kawasan terpadu. Dengan konsep tersebut, lahan dapat dikembangkan untuk berbagai fungsi, mulai dari komersial, pendidikan, kesehatan hingga keolahragaan.
Sementara itu, akses menuju kawasan kantor pemerintahan terpadu tersebut memiliki panjang sekitar 480 meter dengan lebar kurang lebih 32 meter.
Jalan tersebut nantinya dilengkapi berbagai infrastruktur pendukung, seperti drainase, jalur pedestrian, kanstin, serta lampu penerangan.
Selain pembangunan akses jalan, Pemkot Bogor juga menyiapkan sejumlah fasilitas publik di kawasan pemerintahan terpadu. Salah satunya lapangan sepak bola beserta fasilitas penunjang yang ditujukan untuk masyarakat Bogor Timur.
“Selain jalan, kita juga akan mempersiapkan beberapa rangkaian proses pembangunan di area kantor pemerintahan baru masa depan ini. Antara lain, yang pertama akan ada lapangan olahraga untuk masyarakat Bogor Timur,” tutur Dedie.
Setelah fasilitas olahraga, Pemkot Bogor merencanakan pembangunan masjid dan gedung serbaguna. Gedung tersebut nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dengan kapasitas peserta yang besar, termasuk acara pemerintahan, sosialisasi hingga pelaksanaan program kerja.
“Kalau kita punya gedung serbaguna sendiri, kegiatan-kegiatan seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja bisa dilaksanakan di sini,” pungkasnya.

