
INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Konsistensi dalam membina pemain usia dini membawa SSB Sukmajaya Depok kembali mendapat kepercayaan dari PSSI. Setelah bertugas pada laga Timnas Indonesia melawan Kamboja, SSB Sukmajaya kembali dipercaya menyiapkan ball crew pada pertandingan Timnas Indonesia kontra Vietnam di ajang Piala AFF 2026, Senin (3/8/2026).
Pendiri sekaligus Ketua Umum SSB Sukmajaya, Supartono JW, mengungkapkan kepercayaan tersebut diberikan bukan karena kedekatan dengan pihak tertentu, melainkan berkat rekam jejak panjang SSB Sukmajaya dalam membina sepak bola usia dini.
“Terima kasih kepada PSSI yang sudah mengetahui rekam jejak Sukmajaya selama ini. Kami dipercaya karena pembinaan yang konsisten, latihan yang serius, serta keterlibatan kami di Piala Suratin,” ujar Supartono, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, SSB Sukmajaya yang telah berdiri hampir 29 tahun bahkan lebih dahulu hadir sebelum Kota Depok resmi terbentuk. Selama perjalanan tersebut, SSB Sukmajaya telah melahirkan sejumlah pemain nasional dan ribuan alumni yang kini berkiprah sebagai ASN, anggota TNI, Polri, pegawai BUMN, hingga pelatih di berbagai akademi sepak bola ternama seperti Asiop, Dewa United, Asiana, dan Akademi Persija.
Untuk laga Timnas Indonesia melawan Vietnam, panitia awalnya hanya meminta 14 anak sebagai ball crew. Namun Sumargono mengusulkan satu peserta tambahan sebagai cadangan guna mengantisipasi kendala saat pertandingan.
Ia menjelaskan, para ball crew memiliki tugas membawa empat bendera Indonesia, empat bendera tim lawan, serta enam bendera Fair Play. Karena itu, seluruh peserta harus mengikuti serangkaian latihan dan gladi bersih yang dipandu langsung oleh perwakilan AFF sebelum pertandingan berlangsung.
“Walaupun pertandingan malam hari, anak-anak sudah harus hadir sejak sore untuk mengikuti gladi bersih, beristirahat, makan, hingga bersiap menggunakan seragam ball crew,” jelasnya.
Proses seleksi juga dilakukan secara ketat. PSSI memprioritaskan pemain yang aktif mengikuti Piala Suratin dengan batas usia maksimal kelahiran tahun 2009. Dari 15 anak yang terpilih, mayoritas merupakan kelahiran 2011, sementara dua lainnya kelahiran 2009 dan satu anak kelahiran 2012.
Bagi Supartono, kesempatan menjadi ball crew di pertandingan internasional merupakan pengalaman berharga yang tidak dapat dinilai dengan materi.
“Anak-anak tidak dibayar. Justru kesempatan berada dekat dengan pemain Timnas, merasakan atmosfer pertandingan internasional, dan menjadi bagian dari penyelenggaraan adalah pengalaman yang nilainya jauh lebih besar daripada uang,” tuturnya.
Ia berharap kepercayaan yang diberikan PSSI kepada SSB Sukmajaya dapat terus berlanjut hingga babak semifinal maupun final Piala AFF. Menurutnya, seluruh pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara tulus, disiplin, dan berkesinambungan akan menghasilkan prestasi sekaligus membuka peluang bagi para pemain muda untuk berkembang di masa depan.

