Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkot Bogor Ajak Perusahaan Fokuskan CSR

Riky Iskandar
14 Agu 2026 12:02
News 0 55
2 menit membaca

NFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mendorong seluruh stakeholder, termasuk perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau program tanggung jawab sosial perusahaan untuk ikut membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mempercepat penanganan stunting.

Hal tersebut disampaikan Jenal saat menghadiri penyaluran CSR sekaligus cek kesehatan gratis di Posyandu Sri Tanjung II, RW 03, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (14/8/2026).

Jenal mengatakan, penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas Pemkot Bogor. Terlebih, angka stunting di wilayah Bogor Selatan masih tergolong tinggi, selain Kecamatan Bogor Barat.

“Bogor Selatan salah satu angka stunting yang memang cukup tinggi selain Bogor Barat. Jadi ke depan kita minta agar fokus CSR dari Indomaret, dari PT Indomarco, untuk bisa kita giring mengintervensi penanganan stunting di Bogor Selatan yang angkanya memang masih cukup tinggi,” kata Jenal.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dibutuhkan untuk memperkuat intervensi pemerintah dalam menekan angka stunting. Karena itu, Pemkot Bogor akan mendorong lebih banyak perusahaan agar mengarahkan program CSR mereka pada penanganan persoalan tersebut.

Jenal menambahkan, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor sebagai leading sector diharapkan aktif membangun komunikasi dengan perusahaan maupun forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Bapperida nanti sebagai leading sector sebagai OPD harus melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan atau forum TJSL. Bahwa stunting salah satu program prioritas Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menegaskan, target penanganan stunting tidak hanya sebatas menurunkan jumlah balita yang mengalami stunting. Pemkot Bogor juga menargetkan tidak muncul kasus stunting baru atau zero new stunting.

“Mandatory-nya langsung dari Pak Presiden melalui lisan ke Pak Wali dan saya. Sehingga di lima tahun ini kami berharap stunting bisa selesai, zero, dan tidak ada stunting baru atau zero new stunting,” tegasnya.

Jenal menjelaskan, sasaran intervensi juga harus diperluas kepada keluarga yang memiliki risiko stunting. Kelompok tersebut dinilai perlu mendapatkan pendampingan dan intervensi sejak dini agar tidak berkembang menjadi kasus stunting baru.

“Sasarannya tidak hanya balita stunting, tapi keluarga berisiko stunting harus kita treatment dan berikan intervensi juga,” katanya.

Ia berharap semakin banyak perusahaan dan stakeholder lainnya ikut mengambil peran dalam upaya pengentasan stunting di Kota Bogor.

“Semoga perusahaan, pihak-pihak stakeholder lainnya ikut terlibat dalam sejarah pengentasan stunting, zero new stunting di Kota Bogor,” pungkasnya.

x
x