Gempa M5,7 Guncang Flores, Getaran Kuat Dirasakan di Manggarai

Nelly Sipayung
20 Agu 2026 07:08
News 0 52
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang wilayah Pantai Bara t Laut Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pagi. Gempa yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer itu dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah.

 

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa terjadi pada pukul 09.47 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 8,33° LS dan 120,64° BT, tepatnya di darat sekitar 36 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Meski getarannya cukup kuat, hasil pemodelan BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust,” demikian keterangan Wijayanto dalam laporan BMKG, Kamis (20/8/2026).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun geser (normal-oblique).

Getaran Terkuat di Kabupaten Manggarai
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa paling kuat dirasakan di Kabupaten Manggarai dengan intensitas V-VI MMI.

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh seluruh penduduk. Masyarakat dapat terkejut hingga berlari keluar rumah. Getaran juga berpotensi menyebabkan kerusakan ringan, seperti plester dinding jatuh.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas V MMI di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende.

Adapun Kabupaten Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka merasakan getaran pada skala III-IV MMI.

Sudah 3.489 Gempa Susulan
Gempa M5,7 tersebut bukan gempa yang berdiri sendiri. BMKG menyebutnya sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) setelah gempa besar M7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB.

Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat telah terjadi 3.489 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta memastikan informasi terkait aktivitas gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG.

x
x