
INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan. Di Sentul City, Kabupaten Bogor, momentum peringatan Hari Kemerdekaan menjadi ruang bagi warga untuk saling mengenal, mempererat persaudaraan, sekaligus menghidupkan roda ekonomi pelaku UMKM.
Melalui Festival Kemerdekaan, manajemen SGC bersama Sentul City dan PT Sentul Komersial mengajak seluruh warga dari berbagai klaster untuk berkumpul dan merayakan kebersamaan di kawasan Taman Budaya Sentul.
Beragam kegiatan disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari perlombaan, festival jajanan, pembagian doorprize hingga hiburan musik yang menjadi puncak acara pada malam hari.
Direktur Operasional PT SGC, Aji Irfan Maulana, mengatakan Festival Kemerdekaan merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sebagai bentuk perayaan kemerdekaan sekaligus upaya mempererat hubungan antarsesama warga.

Festival Kemerdekaan Satukan Ribuan Warga Sentul City, Ajang Silaturahmi hingga Berdayakan UMKM
“Acara hari ini adalah Festival Kemerdekaan. Pastinya ini untuk memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga Sentul City,” ujar Aji pada awak media, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, seluruh warga Sentul City diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan jumlah unit yang dikelola, terdapat sekitar 9.000 unit di kawasan Sentul City.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu diharapkan mampu menarik semakin banyak warga untuk hadir dan menikmati suasana kebersamaan.
“Setiap tahun kami mengadakan event kemerdekaan. Tema dan jenis permainannya tentu ada modifikasi. Mudah-mudahan setiap tahun yang datang semakin banyak dan antusiasmenya semakin besar,” katanya.
Namun, di balik kemeriahan berbagai perlombaan, Aji menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang.
“Pada prinsipnya yang paling penting adalah menjalin harmonisasi antarwarga. Warga bisa saling mengenal, antar-klaster juga bisa saling mengenal. Walaupun sifatnya kompetisi, tujuannya tetap untuk memperkuat silaturahmi,” ungkapnya.
Antusiasme warga pun terlihat dalam Festival Kemerdekaan tersebut. Salah satunya datang dari Mila Meilawati, warga Klaster Pasadena, yang hadir untuk ikut merasakan semarak perayaan kemerdekaan bersama warga lainnya.
Mila menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena mampu mempertemukan warga Sentul City yang dalam kesehariannya mungkin jarang bertemu.
“Menurut saya event-event seperti ini sangat bagus sekali karena seluruh warga Sentul City bisa hadir di sini. Yang tadinya kita jarang ketemu, di sini kita bisa ketemu sambil silaturahmi,” ujarnya.
Bagi Mila, Festival Kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Kehadiran warga dari berbagai klaster menciptakan suasana yang lebih hangat dan memperkuat rasa sebagai satu komunitas.
Ia menyebut, dari Klaster Pasadena dan Venezia saja, jumlah warga yang mendapatkan akses untuk mengikuti kegiatan mencapai ratusan orang.
“Kalau dari klaster kami saja, gelang yang diberikan sekitar 667. Kalau sebagian saja hadir, tentu sudah cukup banyak,” katanya.
Tak hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi, Festival Kemerdekaan juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil.
Stan-stan jajanan yang hadir dalam festival tersebut diisi oleh UMKM dari kawasan Sentul dan warga Sentul City sendiri. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam kemeriahan acara sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Ini juga sangat positif karena ada pemberdayaan UMKM di sekitar Sentul City. Stan-stan yang ada ini rata-rata UMKM di wilayah Sentul dan juga warga Sentul City yang memiliki usaha,” tutur Mila.
Di tengah kesibukan dan kehidupan modern yang membuat warga kerap hanya mengenal lingkungan terdekatnya, Festival Kemerdekaan menjadi momentum sederhana namun bermakna.
Tawa dalam perlombaan, pertemuan antarwarga, aroma jajanan UMKM, hingga semangat merah putih yang berkibar menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga bisa dirayakan melalui kebersamaan.
Bukan hanya tentang siapa yang memenangkan perlombaan, tetapi tentang bagaimana ribuan warga dari berbagai klaster dapat berkumpul, saling menyapa, dan kembali merasakan hangatnya menjadi bagian dari satu komunitas.
Festival Kemerdekaan Sentul City pun menjadi bukti bahwa semangat 17 Agustus dapat terus hidup, bukan hanya dalam seremoni, tetapi juga dalam persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

