Produk olahan cumi dan sotong Caringin Bogor tembus pasar Jepang

Abdul Halim
5 Sep 2026 00:30
Ekonomi 0 36
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Produk olahan perikanan asal Kabupaten Bogor, khususnya cumi dan sotong beku dari Kecamatan Caringin, berhasil menembus pasar Jepang. Perusahaan pengolahan cephalopoda beku tersebut mengekspor seluruh hasil produksinya untuk kebutuhan industri kuliner Negeri Sakura, termasuk bahan baku olahan sashimi.

Keberhasilan ekspor ini tidak datang secara instan. Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor (Diskanak) terus mendorong penguatan mutu dan keamanan pangan produk perikanan lokal agar pelaku usaha mampu memenuhi standar pasar internasional. Upaya itu dilakukan melalui pelatihan penerapan sistem produksi yang baik dan pengendalian bahaya selama proses pengolahan.

Ekspor cumi dan sotong beku Caringin ke Jepang

Di Caringin, PT Darma Mulia Makmur mengolah cephalopoda beku, dengan fokus pada cumi dan sotong. Perusahaan yang berdiri sejak 2022 ini memasarkan produknya ke Jepang, untuk kebutuhan industri kuliner. Artinya, produk tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, melainkan masuk ke rantai pasok yang menuntut konsistensi kualitas, kebersihan proses, serta kepatuhan pada standar higiene.

Diskanak menilai, respons pasar Jepang terhadap komoditas tersebut menjadi sinyal bahwa peluang pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Bogor masih terbuka lebar. Saat permintaan luar negeri ada, pelaku usaha yang mampu menjaga kualitas akan lebih mudah memperluas volume produksi dan memperkuat posisi tawar, baik di pasar ekspor maupun pasar domestik.

Pelatihan GMP, SSOP, dan HACCP untuk pelaku usaha

Untuk memastikan produk yang diekspor memenuhi ketentuan, Diskanak menggelar pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP), Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pelatihan ini diberikan kepada pelaku usaha, termasuk PT Darma Mulia Makmur, sebagai langkah penguatan kapasitas di area produksi, sanitasi, dan keamanan pangan.

Materi yang disampaikan berfokus pada praktik produksi yang baik, standar sanitasi, hingga pengendalian potensi bahaya sepanjang proses pengolahan pangan. Dengan pendekatan HACCP, risiko yang mungkin muncul bisa diidentifikasi dan dikelola melalui titik kendali yang relevan, bukan hanya mengandalkan pemeriksaan di akhir proses. Sementara SSOP menekankan prosedur kebersihan yang harus dijalankan secara konsisten.

Standar keamanan pangan sebagai kunci akses pasar ekspor

Ekspor produk perikanan umumnya menuntut kepastian mutu, termasuk aspek kebersihan, sanitasi, serta keamanan pangan. Karena itu, pelaku usaha tidak cukup hanya memproduksi cumi dan sotong beku dalam jumlah besar. Mereka juga harus menjaga konsistensi penerapan higiene dan memastikan proses pengolahan berjalan sesuai prosedur.

Diskanak menilai penerapan GMP, SSOP, dan HACCP menjadi dasar untuk menjaga mutu sekaligus mendongkrak daya saing perikanan daerah di kancah internasional. Ketika sistem berjalan, risiko penolakan atau ketidaksesuaian spesifikasi di pasar ekspor dapat ditekan. Pada akhirnya, keberlanjutan ekspor lebih mungkin terjaga karena kualitas tidak fluktuatif.

Dampak ekonomi bagi Caringin dan Kabupaten Bogor

Selain membuka akses pasar, capaian ekspor produk perikanan Caringin juga berpotensi mendorong perluasan aktivitas ekonomi di daerah. Perusahaan pengolahan yang mampu menembus pasar luar biasanya membutuhkan dukungan rantai pasok yang lebih stabil, mulai dari pasokan bahan baku sampai pengelolaan proses di fasilitas produksi.

Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat berdampak pada penyerapan tenaga kerja, baik di sektor pengolahan maupun pendukungnya. Lebih jauh, keberhasilan satu perusahaan dapat menjadi contoh yang memotivasi pelaku usaha lain untuk ikut meningkatkan standar produksi agar tidak tertinggal dari persaingan ekspor.

Langkah lanjutan agar kualitas tetap konsisten

Keberhasilan ekspor juga mengandung tantangan baru. Pelaku usaha perlu memastikan semua prosedur yang sudah dilatihkan dapat dijalankan terus-menerus, termasuk saat terjadi perubahan volume produksi atau dinamika pasokan bahan baku. Konsistensi penerapan SOP menjadi penentu apakah pasar luar negeri tetap percaya pada kualitas produk yang dikirim.

Dengan penguatan mutu yang berkelanjutan, Kabupaten Bogor berpeluang memperluas jangkauan ekspor dan menambah variasi produk olahan perikanan. Capaian dari Caringin menunjukkan bahwa ketika standar keamanan pangan dibangun sejak proses produksi, peluang bersaing di pasar global menjadi lebih realistis.

x
x