google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Bantuan beras 2026 diperpanjang hingga Desember, 33,2 juta penerima tambah 1 juta ton

Abdul Halim
12 Sep 2026 09:00
Ekonomi 0 1
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Pemerintah memastikan program bantuan pangan beras tidak berhenti pada September 2026. Bantuan akan dilanjutkan hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi beras sebanyak 1 juta ton untuk periode Oktober hingga Desember, menyasar sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP) di seluruh Indonesia.

Koordinator bidang pangan menyatakan keputusan tersebut telah mendapat persetujuan Presiden. Artinya, penerima yang sebelumnya mendapat jatah hingga September akan kembali menerima pasokan untuk tiga bulan terakhir tahun ini, Oktober, November, dan Desember, dengan skema yang mengikuti pola penyaluran periode sebelumnya.

Perpanjangan bantuan beras hingga Desember 2026

Dalam rancangan yang disampaikan pejabat koordinator pangan, penerima bantuan beras tetap menjadi target untuk tiga bulan terakhir tahun 2026. Jika skema alokasi per bulan sebesar 10 kilogram diterapkan konsisten, maka penerima akan memperoleh tambahan 30 kilogram untuk Oktober hingga Desember.

Secara praktis, program ini merespons kebutuhan masyarakat penerima agar akses terhadap beras tidak putus di tengah pergantian periode. Perpanjangan juga memberi kepastian pada penerima yang sebelumnya sudah terdaftar, sehingga mereka tidak harus menunggu siklus program berikutnya untuk mendapatkan jatah pangan.

Pejabat koordinator pangan menekankan bahwa keputusan tambahan tersebut sudah disetujui Presiden. Dengan demikian, kelanjutan program tidak hanya bersifat rencana, melainkan sudah masuk tahap kebijakan yang harus diterjemahkan ke proses distribusi di daerah.

Tambahan 1 juta ton untuk Oktober-Desember

Untuk mendukung kelanjutan program, pemerintah menyetujui penambahan alokasi beras sebanyak 1 juta ton pada periode Oktober sampai Desember 2026. Apabila dijumlahkan dengan alokasi sebelumnya untuk Juli hingga September, total alokasi sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 2 juta ton.

Penambahan volume ini penting karena program bantuan pangan beras tidak berdiri sendiri. Ia berjalan seiring dinamika ketersediaan dan harga pangan yang dapat berubah mengikuti kondisi produksi dan musim. Saat alokasi diperpanjang, pemerintah juga perlu memastikan logistik dan penyaluran di tingkat lapangan tetap terukur, termasuk kesiapan stok dan jadwal distribusi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x