google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, kembali menjadi sorotan setelah harga minyak dunia bergerak naik akibat ketegangan geopolitik global yang belum mereda. Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebut kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter dapat muncul bila tekanan harga minyak mentah terus berlangsung tanpa tanda penurunan yang berarti.
Namun, pernyataan tersebut bukan keputusan resmi kenaikan harga. Pada September 2026, harga Pertamax di sejumlah wilayah masih berada di sekitar Rp15.950 per liter setelah penyesuaian harga nonsubsidi pada awal bulan, sehingga rentang Rp18.000 hingga Rp20.000 lebih tepat dibaca sebagai skenario risiko.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar energi ikut merespons kondisi geopolitik, terutama dari kawasan Timur Tengah, yang memberi tekanan pada harga minyak. Pergerakan ini membuat proyeksi biaya energi di berbagai negara menjadi lebih mahal, termasuk di Indonesia yang tetap terhubung dengan harga minyak mentah global.
Harga BBM nonsubsidi pada dasarnya dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan sejumlah komponen biaya lain. Karena itu, perubahan harga minyak mentah tidak selalu langsung tercermin pada harga di hari yang sama, mengingat terdapat mekanisme penetapan harga serta kebijakan yang berlaku di dalam negeri.
Eko menyampaikan perhitungan skenario ketika harga minyak dunia tetap tinggi. Ia menilai jika kondisi seperti sekarang berlanjut, Pertamax dan produk BBM nonsubsidi sejenis berpotensi berada pada rentang Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.


Tidak ada komentar