Muhaimin Iskandar Kunjungi Sentra UMKM Ciomas dan Gelar 1001 Pasar Rakyat di Bogor

Abdul Halim
15 Sep 2026 14:01
Ekonomi 0 24
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Sabtu 19 September 2026. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari program 1001 Pasar Rakyat Bersama RRI, dengan fokus pada penguatan ekonomi lokal, perluasan akses pasar, serta percepatan adopsi teknologi untuk pelaku UMKM.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di dua titik, yakni Sentra UMKM Sepatu Ciomas dan Lapangan Sakura di Kabupaten Bogor. Di sentra produksi, Muhaimin Iskandar akan meninjau proses usaha dan berdialog dengan para pengrajin sepatu. Setelah itu, rombongan bergerak ke Lapangan Sakura untuk membuka rangkaian program pasar rakyat yang melibatkan tenant UMKM, pelatihan digitalisasi, hingga layanan kesehatan gratis.

Meninjau Sentra UMKM Sepatu Ciomas, fokus pada kualitas dan daya saing

Kunjungan ke Sentra UMKM Sepatu Ciomas menjadi langkah awal yang menekankan pentingnya melihat langsung aktivitas produksi. Muhaimin Iskandar direncanakan meninjau proses pembuatan sepatu sekaligus berdialog dengan para pengrajin. Dari pertemuan seperti ini, biasanya pemerintah bisa menangkap kebutuhan nyata pelaku usaha, mulai dari karakter permintaan pasar, tantangan bahan baku, sampai cara meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif.

Dialog dengan pengrajin juga relevan untuk memetakan peluang pengembangan produk lokal. Sentra sepatu seperti Ciomas bukan hanya soal produksi harian, melainkan juga tentang konsistensi standar, variasi desain, dan kemampuan merespons tren konsumen. Dengan melihat langsung proses kerja, pendekatan kebijakan diharapkan tidak berhenti pada promosi, tetapi menyentuh aspek peningkatan kapasitas yang berdampak pada penjualan.

Program 1001 Pasar Rakyat di Lapangan Sakura, ada bazar hingga layanan kesehatan

Setelah meninjau sentra sepatu, kegiatan berlanjut ke Lapangan Sakura untuk membuka rangkaian 1001 Pasar Rakyat Bersama RRI. Di lokasi ini, sejumlah aktivitas telah dipersiapkan untuk masyarakat. Warga dapat mengikuti bazar UMKM, memperoleh layanan kesehatan gratis, serta menyaksikan workshop bertema digitalisasi UMKM.

Selain konten program yang bersifat produktif, tersedia pula panggung hiburan rakyat. Kehadiran hiburan biasanya berfungsi memperluas partisipasi warga, sehingga pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang membuat pelaku usaha lebih dikenal oleh calon pembeli.

58 tenant UMKM tampil, 100 pelaku ikut workshop digitalisasi

Dalam pelaksanaan pasar rakyat, tercatat 58 tenant UMKM akan ambil bagian dengan memamerkan produk kuliner dan kriya. Jumlah tenant ini menandakan adanya keragaman jenis usaha yang diharapkan bisa menarik minat berbagai segmen konsumen. Dengan komposisi produk yang beragam, peluang interaksi antara pembeli dan pelaku usaha menjadi lebih luas, termasuk untuk produk-produk yang selama ini jangkauannya masih terbatas.

Di sisi lain, sebanyak 100 pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dijadwalkan mengikuti workshop digitalisasi. Materi diarahkan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus strategi memperluas jangkauan pasar. Pendekatan seperti ini penting karena banyak pelaku usaha skala mikro menghadapi kendala utama pada distribusi dan pemasaran, terutama ketika penjualan masih bergantung pada pembeli lokal.

Sinergi pusat dan daerah, dukungan lintas perangkat untuk kelancaran kegiatan

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan dukungan lintas perangkat daerah agar seluruh rangkaian berjalan lancar. Dukungan tersebut mencakup penyiapan lokasi, pengamanan, serta pengaturan lalu lintas. Kehadiran aspek operasional ini krusial, mengingat kegiatan pasar rakyat biasanya menarik kerumunan dan memerlukan manajemen arus pengunjung.

Selain itu, disiapkan layanan kesehatan, fasilitasi pelaku UMKM, sampai publikasi informasi kepada masyarakat. Pada praktiknya, publikasi yang baik akan memengaruhi tingkat kehadiran warga dan membuat tenant UMKM memperoleh peluang lebih besar untuk bertemu pembeli. Fasilitasi pelaku usaha juga menentukan kenyamanan saat berjualan, mulai dari penataan stan hingga kesiapan teknis pendukung.

Penguatan UMKM sebagai ekosistem, bukan sekadar ajang promosi

Kegiatan ini dirancang agar tidak berhenti pada promosi sesaat. Program seperti pasar rakyat dengan komponen digitalisasi berpeluang menciptakan efek lanjutan, karena pelaku usaha mendapatkan keterampilan untuk memasarkan produk setelah acara berakhir. Saat pelatihan menyentuh cara membangun promosi lewat media sosial, pelaku UMKM dapat mengelola konten, memperluas jangkauan, dan menjaga komunikasi dengan pelanggan.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, media, komunitas, dan masyarakat, Kabupaten Bogor diharapkan semakin mampu mendorong UMKM agar berdaya. Produk-produk lokal yang tampil di kegiatan ini diharapkan dikenal lebih luas, memiliki daya saing yang lebih baik, serta memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bogor.

x
x