Dari Roda Kecil di Q Square, Mimpi Besar Anak-anak Bogor Mulai BersemiINFOPANTULAN.COM, BOGOR– Helm terpasang, sepatu roda mengilap, lalu satu per satu anak meluncur di lintasan. Ada yang melaju penuh percaya diri, ada pula yang sempat gugup sebelum akhirnya berani memacu roda hingga garis finis.
Pemandangan penuh semangat itu mewarnai Festival Sepatu Roda Antarsekolah Dasar 2026 di Q Square, Kabupaten Bogor, pada 16-17 September 2026.
Bagi sebagian anak, perlombaan tersebut mungkin hanya menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Namun bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, momen itu bisa menjadi awal dari perjalanan panjang seorang calon atlet.
Sekretaris Dispora Kabupaten Bogor, Riza Juangsah, mengapresiasi festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena memberi ruang kepada anak-anak untuk berani tampil, mengenal dunia olahraga, sekaligus mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Festival Sepatu Roda ini. Selain memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi, kegiatan seperti ini juga menjadi langkah untuk mencari dan menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini,” kata Riza, Kamis (17/9/2026).
Menurut Riza, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kesempatan untuk mengikuti pertandingan sejak usia sekolah dasar menjadi penting agar mereka tidak hanya belajar tentang teknik olahraga, tetapi juga mengenal arti keberanian, disiplin dan sportivitas.
Dari sebuah perlombaan, anak-anak juga bisa mendapatkan pengalaman berharga. Mereka belajar menghadapi rasa gugup, menerima hasil pertandingan, hingga kembali mencoba ketika belum berhasil meraih kemenangan.
Riza berharap festival sepatu roda tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Kompetisi serupa diharapkan dapat digelar secara rutin sehingga anak-anak memiliki ruang untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Dari kompetisi yang berkelanjutan, kita bisa melihat potensi atlet sejak dini, kemudian mereka dibina secara bertahap hingga nantinya mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dispora Kabupaten Bogor juga mendorong Perserosi Kabupaten Bogor untuk semakin aktif menggandeng sekolah dan komunitas sepatu roda. Dengan begitu, kesempatan anak-anak untuk mengenal dan menekuni olahraga tersebut bisa semakin luas.
Bukan tidak mungkin, anak yang hari ini masih belajar menjaga keseimbangan di atas roda, beberapa tahun mendatang justru berdiri di podium membawa nama Kabupaten Bogor.
“Pembinaan ini harus terus berjalan. Perserosi memiliki peran penting dalam membangun fondasi atlet sepatu roda Kabupaten Bogor, terutama melalui pembinaan usia dini. Dispora tentu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” pungkasnya.
Festival itu pun menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang atlet tidak selalu dimulai dari arena besar. Bisa jadi, semuanya bermula dari lintasan sederhana, sepasang sepatu roda, dan keberanian seorang anak untuk mencoba.

