Drone thermal Mata Garuda bantu pemadaman kebakaran TPAS Galuga Bogor hari ke-8

Abdul Halim
13 Sep 2026 23:40
Peristiwa 0 34
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memasuki hari kedelapan pada Senin, 14 September 2026. Pemkab Bogor terus mengupayakan percepatan pemadaman dengan cara yang lebih presisi, salah satunya memakai drone thermal milik pemerintah daerah yang diberi nama Mata Garuda.

Drone thermal itu diterbangkan secara berkala untuk memantau kondisi area TPAS yang luas. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut drone membantu petugas menemukan titik panas yang tidak terlihat dari permukaan, sehingga penanganan bisa langsung diarahkan ke lokasi yang masih menyimpan bara api.

Drone thermal Mata Garuda untuk deteksi titik panas tersembunyi

Rudy Susmanto menjelaskan, penerbangan drone dilakukan sebelum tim turun ke lapangan. Menurutnya, drone Mata Garuda terbang sekitar satu jam sekali agar petugas memiliki gambaran terbaru terkait titik-titik yang berpotensi masih aktif.

Teknologi thermal pada drone menampilkan perbedaan tingkat panas melalui warna pada layar pemantauan. Area yang berwarna hijau menunjukkan kondisi relatif aman dan dapat ditinggalkan, sedangkan titik yang masih berwarna merah menjadi prioritas untuk segera ditangani. Dengan pola tersebut, petugas tidak hanya mengandalkan pengamatan visual yang sering kali terbatas di lokasi tumpukan sampah.

Rudy menambahkan bahwa hasil intervensi juga bisa dipantau melalui layar drone. Jika titik yang sudah ditangani masih menampilkan warna merah, kuning, atau hijau, petugas dapat menyesuaikan langkah berikutnya. Ia menegaskan strategi yang dipakai adalah meninggalkan area yang sudah hijau dan memusatkan upaya pada bagian yang masih merah.

Kenapa api tak terlihat tetapi bara masih tersimpan

Dalam penanganan kebakaran TPAS, masalah yang sering muncul adalah panas dapat bertahan di bagian bawah tumpukan sampah meski permukaan tampak tidak lagi berasap atau berapi. Rudy Susmanto menuturkan bahwa kondisi seperti itu juga ditemukan di TPAS Galuga, ketika titik panas terdeteksi melalui drone meski dari lokasi berdiri tidak terlihat tanda kebakaran.

Ia menggambarkan situasi yang kerap terjadi, tidak ada api dan tidak ada asap di permukaan, tetapi setelah drone diterbangkan ternyata di bawah area tersebut masih ada titik panas. Temuan semacam ini penting karena kebakaran di tumpukan sampah bisa bersifat tersembunyi, sehingga penanganan yang hanya mengandalkan pemadaman permukaan berisiko meninggalkan bara yang kemudian kembali memicu kebakaran.

Begitu titik panas terdeteksi, tim tidak menunggu lama untuk melakukan tindakan lanjutan. Alat berat dikerahkan ke lokasi yang ditandai agar tumpukan sampah dapat dibongkar dan bagian dalamnya diperiksa serta ditangani.

Pembongkaran dan pendinginan diarahkan dari hasil pemantauan drone

Rudy menjelaskan mekanisme penanganannya: setelah drone menunjukkan titik panas, alat berat langsung melakukan pembongkaran di lokasi tersebut. Pembongkaran dilakukan untuk membuka bagian dalam tumpukan sampah yang diduga masih menyimpan bara api.

Setelah bagian dalam terbuka, petugas kemudian melakukan pendinginan agar bara tidak kembali memicu kebakaran. Ia menekankan bahwa proses pembongkaran dan pendinginan dilakukan sebagai satu rangkaian agar panas yang tertinggal tidak berkembang lagi menjadi titik api baru.

Dengan pendekatan tersebut, pemadaman menjadi lebih terukur. Petugas dapat memprioritaskan area yang masih berstatus panas tinggi, sementara area yang sudah relatif aman dapat ditinggalkan, sehingga sumber daya tidak terbuang untuk lokasi yang tidak lagi menjadi sumber masalah.

Pengalaman drone Mata Garuda di operasi kebencanaan

Rudy Susmanto juga menyampaikan bahwa drone Mata Garuda sebelumnya telah digunakan dalam berbagai operasi kebencanaan. Drone itu pernah dimanfaatkan untuk mendukung pencarian korban di wilayah pegunungan maupun sungai, di mana kemampuan thermal dapat membantu mendeteksi panas tubuh.

Dalam konteks kebakaran TPAS, kemampuan yang sama dialihkan untuk membaca panas dari tumpukan sampah. Pemkab Bogor menilai pemanfaatan fasilitas tersebut dapat memperkuat respons penanganan kebakaran, terutama ketika titik panas tidak terlihat langsung dari permukaan.

Pemantauan berkala menggunakan drone thermal menjadi salah satu cara untuk menjaga ritme kerja di lapangan, sekaligus memastikan tindakan pembongkaran dan pendinginan benar-benar menyasar area yang masih menyimpan panas.

x
x