Minat SMA Kemala Taruna Bhayangkara Gunungsindur naik, SPMB angkatan ketiga dibuka

Abdul Halim
29 Sep 2026 16:18
Pendidikan 0 20
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Gunungsindur, Kabupaten Bogor, mencatat lonjakan minat calon peserta didik baru. Pada angkatan pertama, tercatat 11.765 pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), lalu meningkat menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua.

Tahun ini, pihak pengelola menyasar lebih dari 17.000 pendaftar dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun. Sekretaris Eksekutif LPKTB, Dirgayuza Setiawan, menyampaikan target tersebut pada Selasa, 29 September 2026, sambil menegaskan sekolah tidak menerapkan kuota berbasis wilayah.

Lonjakan pendaftar SPMB SMA KTB Gunungsindur

Perkembangan jumlah pendaftar menunjukkan bahwa daya tarik SMA KTB Gunungsindur terus bertambah dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Dari 11.765 pendaftar pada angkatan pertama, angka melonjak hingga 17.291 pada angkatan kedua. Kenaikan ini menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara seleksi untuk menyiapkan skema penerimaan yang lebih siap menghadapi volume pendaftar.

Dirgayuza menjelaskan bahwa target tahun ini berada di kisaran lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan angka tersebut, sekolah berharap bisa menjaring calon siswa terbaik secara nasional, bukan hanya dari satu daerah tertentu. Ia juga menekankan bahwa prinsip seleksi tetap berpusat pada kemampuan calon peserta didik.

Sosialisasi ke ribuan SMP untuk perluas akses seleksi

Untuk mendorong pemerataan informasi, jajaran SMA KTB bersama Polri di daerah sebelumnya melakukan sosialisasi ke lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia. Langkah ini penting karena seleksi yang berkaitan dengan masa depan pendidikan perlu memastikan calon pendaftar memahami alur, syarat, dan kesempatan mengikuti tahapan seleksi.

Dengan jangkauan sosialisasi yang luas, sekolah menargetkan agar informasi tidak hanya beredar di wilayah dengan minat tinggi, tetapi juga sampai ke daerah yang pada penerimaan sebelumnya jumlah pendaftarnya relatif lebih rendah. Program ini juga membantu calon siswa menyusun persiapan lebih awal, termasuk mengikuti tryout yang disiapkan menjelang seleksi.

Tryout dan persiapan seleksi, fokus pada kemampuan

Pada tahun ajaran yang akan berjalan, pihak penyelenggara menyiapkan fasilitas tryout serta rangkaian persiapan seleksi. Tryout berfungsi sebagai simulasi bagi calon siswa agar mereka lebih familiar dengan pola penilaian dan dapat mengukur kesiapan akademik sebelum menghadapi tahap seleksi sesungguhnya.

Dirgayuza menegaskan bahwa sekolah tidak menjalankan kuota berdasarkan wilayah. Namun, sekolah ingin memastikan kesempatan mengikuti seleksi menjangkau lebih banyak anak Indonesia. Artinya, pemerataan akses dilakukan melalui perluasan informasi dan kesiapan proses, sementara penentuan kelulusan tetap mengacu pada kemampuan.

Ekosistem pendidikan SMA KTB, bukan hanya ruang kelas

SMA KTB diarahkan menjadi ekosistem pendidikan yang memadukan beberapa aspek penting, mulai dari keunggulan akademik hingga pembinaan karakter, kepemimpinan, literasi, teknologi, dan wawasan global. Pendekatan ini menempatkan sekolah sebagai lingkungan belajar yang membentuk proses akademik sekaligus budaya disiplin dan etos belajar.

Kesiapan angkatan ketiga, menurut pengelola, tidak hanya dipahami sebagai ketersediaan ruang kelas dan fasilitas. Lebih dari itu, sekolah menekankan kesiapan seluruh ekosistem pendidikan agar siswa belajar dalam standar mutu, tata kelola, dan budaya akademik yang terus berkembang.

Pendaftaran SPMB angkatan ketiga dibuka, kuota 180 siswa

Pendaftaran SPMB SMA KTB angkatan ketiga untuk tahun ajaran 2027-2028 telah dibuka. Pendaftaran berlangsung mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026, dengan kapasitas sebanyak 180 siswa.

Bagi calon peserta didik dan orang tua, jadwal pendaftaran tersebut menjadi tenggat yang perlu diperhatikan karena seleksi biasanya memerlukan waktu persiapan, termasuk mengikuti tryout dan menyiapkan berkas sesuai ketentuan. Dengan kuota 180 siswa, proses seleksi akan menjadi penentu yang ketat, sementara peningkatan jumlah pendaftar dari angkatan sebelumnya mengindikasikan persaingan yang semakin kompetitif.

Dampak bagi warga Bogor dan calon siswa dari luar daerah

Lonjakan minat pendaftar tidak hanya berdampak pada peserta didik, tetapi juga pada ekosistem pendidikan di sekitar Kabupaten Bogor. Kehadiran calon siswa dari berbagai wilayah mendorong kebutuhan informasi yang lebih jelas terkait pendaftaran, jadwal, dan tahapan seleksi, termasuk bagi sekolah menengah pertama yang menjadi rujukan sosialisasi.

Bagi warga lokal, peningkatan animo pendaftar dapat membuka peluang keterlibatan lebih luas dalam aktivitas pendukung pendidikan, seperti pendampingan persiapan belajar dan penguatan kesiapan sekolah asal dalam memfasilitasi siswa yang hendak melanjutkan ke jenjang SMA. Sementara itu, bagi calon siswa dari luar daerah, pembukaan pendaftaran dengan prinsip seleksi berbasis kemampuan memberi sinyal bahwa kesempatan tidak dibatasi wilayah, selama mengikuti prosedur pendaftaran dan tahapan seleksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x