
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Sebanyak 577 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bogor menerima Remisi Umum Tahun 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari jumlah tersebut, tiga Warga Binaan mendapatkan remisi hingga langsung dinyatakan bebas pada 17 Agustus 2026.
Penyerahan remisi dan pengurangan masa pidana tersebut dilakukan dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Senin (17/8/2026).
Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Bogor, Budiman, mengatakan remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana bagi Warga Binaan. Menurutnya, remisi juga menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus upaya mempersiapkan Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi salah satu instrumen dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” kata Budiman.
Ia menjelaskan, remisi hanya diberikan kepada Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, pemberian remisi diharapkan mampu menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk mempertahankan perilaku baik, mematuhi tata tertib, serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan pihak Lapas.
Dalam proses pembinaan, perkembangan setiap Warga Binaan juga dinilai secara terukur melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).
“Keikutsertaan dan kesungguhan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan menjadi salah satu bagian penting dalam melihat perkembangan sikap dan perilaku selama menjalani masa pidana,” ujarnya.
Meski ratusan Warga Binaan mendapatkan remisi, terdapat 47 orang yang belum diusulkan menerima Remisi Umum Tahun 2026. Mereka belum memenuhi sejumlah persyaratan administratif maupun substantif yang telah ditetapkan.
“Beberapa alasan tersebut antara lain baru mendapatkan eksekusi putusan pengadilan, masa pidana kurang dari enam bulan, akan menjalani pembebasan sebelum 17 Agustus, masih dalam proses usulan RKA, hingga melakukan pelanggaran tata tertib yang tercatat dalam Register F,” jelasnya.
Budiman menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemberian remisi dilakukan melalui mekanisme dan persyaratan yang jelas. Dengan demikian, tidak seluruh Warga Binaan secara otomatis mendapatkan pengurangan masa pidana.
“Setiap usulan dilakukan melalui proses pemeriksaan dan penilaian untuk memastikan terpenuhinya ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Bagi tiga Warga Binaan yang langsung bebas, pemberian remisi pada momentum HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk memulai kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pidana.
“Mereka diharapkan dapat kembali berkumpul bersama keluarga, memperbaiki hubungan sosial, serta menjalani kehidupan dengan lebih baik dan memberikan kontribusi positif di lingkungan masyarakat,” ucapnya.
Sementara bagi Warga Binaan yang masih menjalani masa pidana, remisi diharapkan menjadi pemacu untuk mengikuti proses pembinaan dengan lebih sungguh-sungguh.
“Kepatuhan terhadap tata tertib, perilaku yang baik, dan keaktifan mengikuti program pembinaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat,” terangnya.
Lapas Kelas IIA Bogor pun berkomitmen melaksanakan pembinaan secara terarah dan terukur dengan mengedepankan reintegrasi sosial. Pembinaan tidak hanya diarahkan untuk membantu Warga Binaan menyelesaikan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan sikap, keterampilan, dan kesiapan mereka ketika kembali menjalankan fungsi sosial.
Momentum peringatan kemerdekaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
“Remisi menjadi salah satu bentuk penghargaan atas proses perubahan tersebut sekaligus dorongan agar Warga Binaan terus menunjukkan perkembangan positif,” katanya.
Melalui pemberian Remisi Umum Tahun 2026, Lapas Kelas IIA Bogor berharap seluruh Warga Binaan semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, taat hukum, bertanggung jawab, produktif, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

