Dedie Rachim Minta Sekolah Swasta di Kota Bogor Perkuat Keunggulan dan Mutu Pendidikan

Riky Iskandar
30 Sep 2026 09:49
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Sekolah swasta dinilai memiliki ruang yang semakin besar untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat di Kota Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mendorong pengelola sekolah swasta memanfaatkan peluang tersebut dengan memperkuat mutu dan keunggulan lembaganya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, keberadaan sekolah swasta merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan masyarakat tanpa dukungan dari pihak swasta.

Hal itu disampaikan Dedie saat membuka Seminar Pendidikan tentang Pemahaman Hukum Yayasan bagi Penyelenggara Pendidikan Swasta Kota Bogor di Hotel Salak The Heritage, Jalan Juanda, Rabu (30/9/2026).

“Kolaborasi dan sinergi itu keharusan. Tantangan dan fakta yang ada harusnya direspons sekolah swasta untuk mengisi kekosongan yang tidak mungkin diisi oleh pemerintah,” kata Dedie.

Menurutnya, persoalan keterbatasan tenaga pendidik dan kepala sekolah menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut sekaligus dapat menjadi momentum bagi sekolah swasta untuk memperluas kontribusinya dalam menyediakan layanan pendidikan.

Namun, Dedie mengingatkan peluang tersebut harus dibarengi pembenahan kualitas. Sekolah swasta perlu memiliki sumber daya manusia yang memadai serta sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.

Ia juga meminta setiap sekolah swasta menggali potensi dan karakteristik masing-masing sehingga memiliki keunggulan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

“Sekolah swasta harus mampu mencari keunggulan dan potensi masing-masing agar bisa menjadi sekolah unggulan atau sekolah favorit, sehingga menjadi sekolah pilihan bagi masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya soal kualitas sekolah, Dedie menilai pendidikan juga harus mampu mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan dunia yang terus berkembang. Karena itu, kemampuan bahasa asing dan wawasan global perlu menjadi perhatian dalam proses pendidikan.

Menurut Dedie, bekal tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan, termasuk dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Semua tergantung bapak ibu. Kesempatan banyak, pemerintah sudah banyak memberikan dukungan. Tinggal bagaimana bapak ibu mengemas sekolah swasta punya daya saing dengan fokus mengajarkan para siswa wawasan dan bahasa asing agar ketika lulus dapat memaksimalkan kesempatan dan peluang yang ada,” jelasnya.

Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menilai peningkatan kualitas sekolah swasta tidak dapat dilepaskan dari tata kelola yayasan yang sesuai aturan.

Menurut Ade, penyelenggara pendidikan perlu memahami aspek hukum agar berbagai keputusan dalam pengelolaan yayasan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Dengan pemahaman hukum yang kuat, dinamika yang hadir di kemudian hari dapat diantisipasi dan ditangani dengan jalan yang benar sehingga tidak mengganggu proses belajar,” kata Ade.

Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman para pengelola sekolah swasta terhadap regulasi sekaligus mendorong pembenahan tata kelola yayasan.

Ade menekankan, pengelolaan yayasan harus diarahkan untuk mendukung kepentingan pendidikan, bukan kepentingan pribadi.

“Dengan tata kelola yang baik, proses belajar mengajar di sekolah swasta diharapkan dapat berlangsung secara lebih optimal,” ucapnya.

Penguatan kualitas pendidikan dan tata kelola tersebut diharapkan membuat sekolah swasta mampu terus berkembang serta memberikan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat di Kota Bogor.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x