Wakili Jabar di Tingkat Nasional, Desa Gunung Putri Bawa Pulang Stimulus Rp6 Miliar

Nelly Sipayung
6 Okt 2026 14:55
News 0 4
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Di tengah padatnya kawasan industri dan semakin kuatnya karakter perkotaan, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, justru mampu menunjukkan kinerja pemerintahan desa yang mendapat pengakuan di tingkat Jawa Barat.

Desa dengan dinamika masyarakat yang kompleks itu berhasil menempati peringkat ketiga desa berkinerja terbaik se-Jawa Barat. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan Gunung Putri menjadi wakil Jawa Barat dalam penilaian desa berkinerja terbaik tingkat nasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, mengatakan pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa desa dengan persoalan kompleks tetap dapat menghadirkan pelayanan dan inovasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Ade, Gunung Putri menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Selain menjadi kawasan industri, wilayah tersebut berada dalam tekanan perkembangan perkotaan yang membuat persoalan sosial dan pelayanan publik semakin beragam.

“Yang dihadapi Desa Gunung Putri ini bukan hal yang mudah, bukan hal yang ringan. Selain menjadi desa industri dan wilayah yang mendekati perkotaan, tantangannya juga tidak ringan,” kata Ade, Selasa (6/10/2026).

Namun, kondisi tersebut justru menjadi salah satu poin yang diperhatikan dalam proses penilaian.

Penilaian desa berkinerja terbaik, kata Ade, tidak hanya berpatokan pada indikator kuantitatif sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015. Pemprov Jawa Barat juga memasukkan aspek kualitatif melalui Anugerah Gapura Seri Paduga.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemerintah desa menghadapi persoalan masyarakat yang terkadang berada di luar kewenangan langsung pemerintah desa.

Menurut Ade, masyarakat umumnya tidak melihat batas-batas kewenangan pemerintahan ketika menghadapi persoalan. Pemerintah desa menjadi tempat pertama yang mereka datangi untuk menyampaikan keluhan maupun meminta bantuan.

“Gunung Putri menunjukkan bahwa sekalipun persoalannya lintas kewenangan, desa ini tetap peduli dan merespons apa yang disampaikan masyarakat,” ujarnya.

Kecepatan pemerintah desa dalam merespons aduan masyarakat turut menjadi salah satu kekuatan Gunung Putri.

Pemanfaatan teknologi, termasuk komunikasi melalui smartphone, dinilai mampu membuka ruang interaksi yang lebih cepat antara pemerintah desa dan masyarakat.

Bagi Pemprov Jabar, inovasi semacam itu menunjukkan bahwa pelayanan desa tidak berhenti pada urusan administrasi, tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah membaca dan merespons persoalan warganya.

“Respons cepat, keterbukaan, dan lintas kewenangan itu menjadi terobosan Pemprov Jawa Barat dalam menilai kinerja desa,” kata Ade.

Pengakuan sebagai tiga besar desa berkinerja terbaik Jawa Barat juga membawa manfaat langsung bagi pembangunan di Gunung Putri.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan stimulus bantuan keuangan sebesar Rp6 miliar untuk Desa Gunung Putri. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan dukungan anggaran sekitar Rp4,9 miliar.

Ade mengatakan, stimulus Rp6 miliar tersebut akan masuk ke rekening pemerintah desa setelah APBD Perubahan Provinsi Jawa Barat ditetapkan pada Oktober 2026.

Awalnya, pembangunan yang dibiayai stimulus tersebut dirancang dilaksanakan melalui perangkat daerah Pemprov Jabar. Namun, skemanya kemudian berubah menjadi bantuan keuangan yang langsung diberikan kepada pemerintah desa.

“Jadi tidak dikerjakan oleh OPD Pemprov, tetapi langsung menjadi bantuan keuangan desa,” jelasnya.

Anggaran tersebut tetap diarahkan untuk memperkuat infrastruktur di Gunung Putri. Sejumlah kebutuhan yang menjadi sasaran antara lain pembangunan jalan, jembatan, drainase, penerangan jalan umum, gapura, rumah tidak layak huni, MCK komunal hingga jalan lingkungan.

Arahan Gubernur Jawa Barat, kata Ade, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu melalui stimulus tersebut.

Dengan begitu, sumber anggaran lain yang dimiliki desa, termasuk pendapatan asli desa maupun dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, diharapkan dapat lebih banyak digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat.

Perjalanan Gunung Putri hingga masuk tiga besar Jawa Barat juga tidak singkat. Dari total 5.311 desa di Jawa Barat, Gunung Putri terlebih dahulu harus melewati rangkaian penilaian mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Setelah ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Bogor, Gunung Putri kemudian berhadapan dengan desa-desa dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Hasilnya, Gunung Putri berhasil mengamankan posisi ketiga tingkat provinsi.

“Gunung Putri lolos dari tingkat kecamatan, kemudian tingkat kabupaten. Yang mewakili Kabupaten Bogor adalah Gunung Putri. Masuk ke Jawa Barat, ada 19 daerah dan Gunung Putri menjadi terbaik ketiga,” ungkap Ade.

Capaian itu sekaligus menjadi tiket bagi Gunung Putri untuk melangkah ke tingkat nasional.

Saat ini, proses penilaian nasional masih berjalan. Berdasarkan jadwal Kementerian Dalam Negeri, hasil wawancara dan penilaian akan dibawa ke pleno tingkat pusat sebelum hasil akhirnya diumumkan pada akhir Oktober 2026.

Jawa Barat memiliki catatan positif dalam ajang tersebut. Pada 2016, Desa Cibiruwetan pernah membawa nama Jawa Barat sebagai juara nasional.
Kini, harapan kembali diarahkan kepada Gunung Putri.

Ade berharap inovasi yang telah dilakukan Gunung Putri mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi penilaian nasional, sekaligus menjadi contoh bagi desa lain yang memiliki karakter serupa.

“Kita optimistis. Karena yang digambarkan oleh Gunung Putri ini dihadapi juga oleh desa-desa yang satu tipe, yaitu desa industri atau desa perkotaan,” katanya.

Menurut dia, pengalaman Gunung Putri juga dapat direplikasi oleh desa-desa lain yang menghadapi tekanan perkembangan industri dan perkotaan.

“Makanya tadi Bapak Bupati mengatakan ini bisa direplikasi. Tidak hanya untuk Kabupaten Bogor, tetapi juga kabupaten lain yang desa-desanya memiliki tipe seperti Gunung Putri,” pungkasnya.

x
x