Trekking anabul ke Curug Anggrek Sentul City, Minggu 11 Oktober 2026

Abdul Halim
11 Okt 2026 12:23
5 menit membaca

Sentul City, Kabupaten Bogor, Infopantulan.com – Kegiatan trekking anabul mengajak para pencinta hewan berjalan bersama anjing peliharaan menuju Curug Anggrek, Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026. Acara yang dimulai pukul 06.00 WIB ini dikemas sebagai bagian dari Sunday Wellness Carnival Spring City Sentul City, dengan jarak rute pulang-pergi sekitar 2,5 kilometer.

Penanggung jawab kegiatan, Khoirul Fuad, menyebut ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah edisi serupa pada September 2026. Peserta menempuh jalur yang berada di kawasan milik Sentul City, dipilih karena dinilai ramah bagi pemula, sekaligus memberi ruang bagi pemilik hewan untuk menikmati alam terbuka tanpa harus menghadapi pendakian yang terlalu berat.

Trekking anabul ke Curug Anggrek dengan rute pemula 2,5 km

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan untuk berjalan, tetapi juga untuk merasakan pengalaman menjelajah alam dengan ritme yang terukur. Jarak sekitar 2,5 kilometer mencakup perjalanan pergi dan kembali, sehingga peserta tidak perlu memikirkan durasi yang terlalu panjang seperti pada rute yang lebih menantang.

Jalur yang dilalui berada di kawasan Sentul City. Pemilihan lokasi ini menjadi bagian dari strategi acara agar peserta baru tetap bisa mengikuti kegiatan dengan nyaman. Karakter rute yang disebut cocok bagi pemula juga menjadi alasan mengapa kegiatan ini menarik bagi pemilik anjing yang ingin mencoba trekking bersama peliharaan untuk pertama kalinya.

Mulainya kegiatan pada pukul 06.00 WIB menunjukkan fokus pada suasana pagi. Jam tersebut biasanya memberi pengalaman cuaca yang lebih bersahabat untuk aktivitas luar ruang, sekaligus membuat peserta dapat memulai kegiatan sebelum aktivitas harian kota semakin padat.

Sunday Wellness Carnival, agenda akhir pekan bersama hewan peliharaan

Trekking anabul ini hadir sebagai bagian dari Sunday Wellness Carnival Spring City Sentul City. Format acara akhir pekan seperti ini cenderung menargetkan warga yang ingin mengisi waktu luang dengan aktivitas yang tetap memberi manfaat, bukan sekadar rekreasi.

Dengan menggabungkan olahraga ringan berupa berjalan kaki dan kebersamaan bersama hewan peliharaan, acara ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding rutinitas harian. Bagi pemilik anjing, kesempatan berada di luar rumah dan berinteraksi langsung dengan hewan selama perjalanan menjadi daya tarik tersendiri.

Fuad juga menegaskan bahwa kegiatan serupa sudah pernah digelar sebelumnya pada September 2026. Penyebutan penyelenggaraan kedua ini memberi gambaran bahwa trekking anabul telah dicoba dan dipertahankan, setidaknya dari sisi minat peserta.

Peserta datang dari Bekasi, Cibubur, Bogor hingga Sentul

Acara ini diikuti peserta dari sejumlah daerah, termasuk Bekasi, Cibubur, Bogor, dan Sentul. Variasi asal peserta menunjukkan bahwa daya tarik trekking anabul tidak terbatas pada satu lokasi, melainkan menyasar komunitas atau individu yang memiliki minat serupa.

Keberagaman domisili juga membuat kegiatan terasa seperti ruang pertemuan lintas wilayah. Peserta dapat saling bertukar pengalaman, sekaligus melihat variasi anjing yang dibawa masing-masing pemilik. Bagi pemula, kehadiran peserta lain yang lebih berpengalaman dapat membantu memberi gambaran seperti apa ritme perjalanan yang sebaiknya dijalani.

Dalam konteks ini, jalur yang ramah pemula menjadi faktor penting. Jika rute terlalu sulit, biasanya peserta baru akan ragu untuk ikut. Namun, ketika jarak pulang-pergi sekitar 2,5 kilometer dan jalur dipilih untuk pemula, peluang lebih besar untuk menarik orang yang baru mencoba aktivitas serupa.

Kebersamaan pemilik dan anjing, bukan sekadar berjalan di luar rumah

Konsep trekking anabul menggeser fokus kegiatan dari sekadar olahraga menjadi momen kebersamaan. Pemilik dan anjing berjalan dalam satu kegiatan, melewati rute yang sama, dan menghabiskan waktu di luar rutinitas sehari-hari.

Bagi banyak pencinta hewan, pengalaman seperti ini sering menjadi momen yang sulit didapat di tempat lain. Di rumah, interaksi dengan anjing mungkin lebih terbatas oleh ruang, sedangkan di kafe atau area komersial, kesempatan bergerak bersama biasanya tidak seluas kegiatan luar ruang.

Aktivitas di alam terbuka juga memberi stimulasi berbeda bagi hewan, sementara pemilik dapat memantau kondisi anjing selama perjalanan. Kombinasi ini membuat trekking menjadi kegiatan yang terasa personal, karena hubungan pemilik dan hewan ikut menjadi bagian dari perjalanan.

Peserta pertama kali, contoh antusiasme lewat anjing Shih Tzu

Salah satu peserta bernama Nia, warga asal Sentul, mengikuti trekking tersebut untuk pertama kalinya bersama Joplin, anjing jenis shih tzu miliknya. Ia menyatakan antusias mencoba kegiatan yang memberinya pengalaman berbeda bersama hewan peliharaan.

Cerita Nia memperlihatkan bahwa acara ini tidak hanya diikuti komunitas yang sudah terbiasa trekking bersama anjing, tetapi juga menyasar orang yang baru memulai. Dari sisi penyelenggara, temuan seperti ini penting karena menunjukkan bahwa pilihan rute pemula dan format acara benar-benar menjawab kebutuhan peserta yang masih belajar.

Keikutsertaan peserta pertama kali juga memberi sinyal bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan gaya hidup aktif bersama hewan. Ketika pengalaman awal berjalan lancar, peserta baru berpotensi kembali ikut edisi berikutnya.

Pelaksanaan di kawasan Sentul City, mulai pukul 06.00 WIB

Secara teknis, trekking dilaksanakan di kawasan milik Sentul City dengan titik kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB. Jadwal pagi dan jarak sekitar 2,5 kilometer pulang-pergi membuat agenda ini relatif mudah diikuti untuk peserta yang ingin tetap bergerak tanpa harus menghabiskan waktu seharian.

Dengan waktu mulai yang lebih pagi, peserta juga dapat menikmati suasana yang lebih tenang saat perjalanan menuju Curug Anggrek. Hal ini relevan bagi pemilik anjing yang ingin menjaga kenyamanan hewan, sekaligus mengurangi risiko kelelahan yang biasanya lebih tinggi ketika aktivitas dilakukan pada jam yang lebih panas atau lebih ramai.

Rangkaian acara yang terhubung dengan Sunday Wellness Carnival turut menempatkan trekking anabul sebagai bagian dari agenda akhir pekan. Dalam format seperti ini, peserta mendapatkan pengalaman rekreasi sekaligus aktivitas, dengan fokus pada kebersamaan pemilik dan hewan selama rute menuju curug.

x
x