Pengembangan lahan pangan Bomang, jagung dan tomat menuju masa panen di Kabupaten Bogor

Abdul Halim
4 Nov 2026 15:00
4 menit membaca

Infopantulan.com – Kabupaten Bogor, tepatnya kawasan Bomang di wilayah Bojonggede-Kemang, memasuki tahap perawatan intensif untuk dua komoditas utama, jagung dan tomat, yang diperkirakan segera masuk masa panen. Kegiatan perawatan lahan dilakukan pada Selasa, 3 November 2026, di Jalan Raya Surya Kencana, Bomang, dengan melibatkan unsur satgas, kelompok tani, dan sejumlah dinas teknis. Fokusnya adalah memastikan pertumbuhan tanaman berjalan baik sampai siap dipanen, sekaligus menjaga produktivitas lahan pangan agar berkelanjutan.

Langkah perawatan dilakukan melalui pengecekan kondisi lahan, pembagian tugas kepada kelompok tani, hingga pekerjaan teknis di area garapan seperti pengolahan tanah, pemasangan mulsa dan pagar pembatas, perbaikan bedengan, serta perawatan tanaman tomat dan cabai. Kegiatan ini juga diikuti persiapan komoditas pendukung berupa penanaman bibit kangkung dan penyemaian benih, disertai pengolahan pupuk kandang untuk mendukung kesuburan tanah.

Perawatan jagung dan tomat di Bomang, fokusnya kesiapan panen

Di Bomang, upaya menyiapkan jagung dan tomat menuju masa panen tidak berhenti pada penanaman awal. Pada Selasa, 3 November 2026, tim melakukan pengecekan kondisi lahan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman dan kebutuhan penanganan di lapangan. Dari proses itu, tugas kemudian dirapikan melalui pembagian peran kepada kelompok tani agar perawatan berjalan terarah di setiap area garapan.

Secara teknis, pekerjaan dimulai dari menggemburkan tanah pada area jagung. Tahap ini relevan karena kondisi tanah yang tidak gembur dapat menghambat perkembangan akar dan penyerapan unsur hara. Setelah pengolahan tanah, dilakukan pemasangan mulsa dan pagar pembatas. Mulsa berfungsi membantu menjaga kelembapan tanah dan menekan gangguan yang dapat memengaruhi pertumbuhan, sementara pagar pembatas menjadi penahan agar area tanaman tetap terjaga.

Bedengan, mulsa, dan pagar pembatas untuk merawat pertumbuhan

Pada komoditas tomat dan cabai, perawatan dilakukan melalui perbaikan bedengan dan rangkaian pemeliharaan lanjutan. Perbaikan bedengan penting untuk memastikan drainase dan struktur tanah tetap mendukung tanaman, terutama saat kondisi cuaca berubah. Dalam kegiatan tersebut, tim juga menaruh perhatian pada aspek kebersihan dan kerapian area tanam agar proses perawatan bisa dilakukan konsisten.

Selain pekerjaan yang langsung berhubungan dengan tanaman yang sudah tumbuh, kelompok tani menyiapkan komoditas pendamping. Mereka melakukan penanaman bibit kangkung dan penyemaian benih, sehingga lahan tidak hanya bekerja untuk satu siklus panen. Pola seperti ini membantu menjaga ritme kegiatan pertanian dan memberi peluang hasil yang lebih beragam dari satu kawasan.

Pupuk kandang dan fasilitas pendukung untuk keberlanjutan

Pengolahan pupuk kandang turut dilakukan dalam rangka menjaga kesuburan tanah. Pupuk kandang menjadi salah satu komponen penting untuk menopang ketersediaan unsur hara, yang kemudian berdampak pada kekuatan tanaman selama fase pertumbuhan menuju panen. Dengan pengolahan yang dilakukan bersama, kelompok tani dapat menyesuaikan kebutuhan pupuk dengan kondisi lahan dan pola perawatan yang diterapkan.

Fasilitas pendukung di kawasan Bomang juga mendapat perhatian, salah satunya saung Silaturahmi Surya Kancana. Perbaikan saung ini berperan sebagai ruang aktivitas kelompok tani, memudahkan koordinasi lapangan, dan menunjang kegiatan pendampingan serta perawatan yang membutuhkan pengaturan kerja yang rapi.

Kolaborasi satgas, poktan, dan dinas teknis di Jalan Raya Surya Kencana

Kegiatan perawatan lahan pada Selasa, 3 November 2026, melibatkan Satgas Pengawal Indonesia Emas Ketahanan Pangan Korem 061/Suryakancana, Kelompok Tani (Poktan) Surya Kancana, serta tim pendukung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), Dinas Perikanan, dan Dinas Peternakan. Kolaborasi lintas unsur ini menunjukkan bahwa pengembangan lahan pangan tidak dipandang sebagai pekerjaan tunggal kelompok tani, melainkan program yang memerlukan dukungan teknis dan pengawalan pelaksanaan.

Berdasarkan penjelasan Mayor Inf. Eka P, kegiatan perawatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan pangan Bomang agar tetap produktif. Ia menekankan bahwa pembagian tugas secara terarah dan perawatan berkelanjutan dibutuhkan agar setiap area garapan dapat berkembang dengan baik.

Dampak bagi warga sekitar: lahan produktif dan variasi komoditas

Untuk warga di sekitar kawasan Bomang, keberadaan lahan pangan yang dipelihara hingga mendekati masa panen membawa dampak yang lebih terasa dibanding sekadar aktivitas di lahan. Ketika jagung dan tomat benar-benar siap dipanen, hasil pertanian dapat menjadi sumber ekonomi dari rantai kegiatan tanam hingga panen. Di saat yang sama, penanaman kangkung dan penyemaian benih komoditas lain membuat variasi kegiatan pertanian tetap berjalan, sehingga aktivitas kelompok tani tidak berhenti pada satu jenis tanaman saja.

Dengan pendekatan perawatan yang mencakup pengolahan tanah, pemasangan mulsa, perbaikan bedengan, hingga pengolahan pupuk kandang, kawasan Bomang diarahkan untuk mempertahankan produktivitas lahan. Harapannya, pengembangan lahan pangan di Kabupaten Bogor tidak hanya menghadirkan beragam komoditas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah tersebut.

x
x