Bogor Siap Bangkitkan Kejayaan Ekspor Ikan Hias, Fasilitas Karantina Bersertifikat Kini Tersedia

Nelly Sipayung
5 Nov 2026 11:18
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Kabupaten Bogor mulai menyiapkan langkah besar untuk menghidupkan kembali kejayaan sektor perikanan, khususnya komoditas ikan hias yang pernah menjadi salah satu andalan ekspor ke pasar internasional.

Tak hanya membenahi produksi dan pembibitan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini telah memiliki instalasi karantina ikan yang tersertifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Fasilitas ini menjadi peluang baru bagi para pelaku usaha perikanan untuk menembus pasar ekspor maupun impor tanpa harus melakukan proses karantina di luar daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut akan mempermudah pelaku usaha perikanan di sejumlah wilayah, seperti Ciseeng, Parung, Ciriung hingga Cibinong.

Dengan fasilitas karantina yang tersedia di Kabupaten Bogor, proses pemeriksaan ikan untuk kebutuhan ekspor dan impor kini bisa dilakukan langsung di daerah sendiri.

“Bogor sekarang sudah memiliki instalasi karantina ikan yang sudah tersertifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jadi, para pelaku usaha di bidang perikanan bisa melakukan karantina di wilayah Kabupaten Bogor sendiri,” kata Rudy.

Menurutnya, potensi perikanan Bogor sebenarnya sangat besar. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, Kabupaten Bogor dikenal sebagai salah satu daerah pengekspor ikan hias terbesar di kawasan Asia.

Sejumlah sentra ikan hias di Ciriung, Kecamatan Cibinong, Parung dan Ciseeng pernah memasok komoditas ke berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan China.

Namun, pandemi Covid-19 membuat sebagian pelaku usaha perikanan skala kecil kesulitan memulihkan usahanya.

Karena itu, Rudy menilai keberadaan instalasi karantina ikan tersertifikasi menjadi salah satu momentum untuk membangkitkan kembali aktivitas ekonomi sektor perikanan sekaligus memperluas peluang ekspor.

“Kita ingin menghidupkan kembali para pelaku dunia perikanan yang ada di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Revitalisasi Balai Benih hingga Pengembangan Ikan Koi
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Bogor tengah melakukan revitalisasi sejumlah balai benih ikan milik pemerintah daerah, di antaranya di Cijeruk, Rancabungur dan Ciampea.

Pemkab Bogor kini fokus meningkatkan produksi bibit ikan sebanyak mungkin. Salah satu langkahnya dengan menempatkan indukan ikan koi asal Jepang di kawasan Cijeruk.

Nantinya, kawasan tersebut akan difokuskan sebagai pusat budidaya ikan hias, khususnya ikan koi. Bibit yang dihasilkan dari indukan tersebut direncanakan mendapatkan sertifikasi sebelum dibagikan kepada para pembudidaya ikan di Kabupaten Bogor.

“Kita tempatkan ikan-ikan koi indukan di Cijeruk. Bibitnya nanti akan kita sertifikatkan dan dibagikan kepada para pelaku perikanan, khususnya di kawasan minapolitan Ciseeng dan Parung,” jelas Rudy.

Selain memperkuat produksi bibit, Pemkab Bogor juga membenahi infrastruktur pendukung usaha perikanan di kawasan Ciseeng.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah merevitalisasi kolam-kolam milik petani ikan serta memasang fasilitas penerangan di kawasan kolam dengan luas hampir 200 hektare.

Penerangan tersebut diharapkan memudahkan pembudidaya mengakses kolam, terutama pada malam hari. Akses jalan usaha tani juga dibenahi agar distribusi dan pengangkutan hasil perikanan semakin lancar.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, pemerintah daerah berharap produktivitas pembudidaya meningkat dan kawasan minapolitan Bogor kembali berkembang sebagai sentra perikanan unggulan.

x
x