Banjir Genangi Jalan Raya Kemang, Warga Bogor Keluhkan Saluran Irigasi

Abdul Halim
29 Sep 2026 00:05
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Jalan Raya Kemang di Kabupaten Bogor kembali dikeluhkan warga setelah terendam banjir saat hujan turun pada Senin, 28 September 2026 malam. Genangan terlihat menutupi sebagian badan jalan, membuat kendaraan harus melintas dengan kecepatan rendah dan ekstra hati-hati.

Peristiwa ini terekam dalam video yang menunjukkan sepeda motor hingga mobil melintasi ruas jalan dengan arus yang melambat. Selain mengganggu perjalanan warga yang menjadikan Jalan Raya Kemang sebagai jalur aktivitas harian, kondisi genangan juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan akibat permukaan yang licin dan sulit diprediksi.

Genangan menutup badan jalan, kendaraan melintas pelan

Dalam rekaman yang beredar, air tampak menggenangi bagian jalan sehingga sebagian permukaan jalan tidak lagi terlihat. Akibatnya, pengendara tidak bisa melaju normal, terutama karena harus menilai kedalaman air dan menjaga kestabilan kendaraan saat melintasi genangan.

Warga menilai kondisi tersebut bukan sekadar soal ketidaknyamanan. Genangan di badan jalan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang lebih rentan saat melintas di area yang basah dan berarus. Jika jarak pandang terhalang air, pengendara juga bisa terlambat mengambil keputusan saat ada kendaraan lain dari arah berlawanan.

Saluran irigasi dinormalisasi, namun air masih menggenang

Selain badan jalan, sorotan juga tertuju pada saluran irigasi di sekitar lokasi. Warga mempertanyakan proses normalisasi saluran yang sebelumnya telah dilakukan, tetapi pada kondisi terkini air disebut tidak mengalir dengan baik dan justru masih menggenang di area sekitar.

Padahal, saluran irigasi berfungsi membantu pengaliran air agar tidak mengumpul di permukaan jalan. Saat aliran tersumbat atau tidak bekerja optimal, air hujan cenderung mencari jalur terdekat, salah satunya mengalir dan menggenangi badan jalan. Dari sudut pandang warga, normalisasi yang belum tuntas bisa menjadi pemicu berulangnya genangan saat hujan turun.

Dampak ke aktivitas harian dan potensi gangguan perjalanan

Jalan Raya Kemang bukan jalan yang sepi, karena digunakan untuk mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Ketika genangan muncul, waktu tempuh bisa bertambah akibat kendaraan harus melambat dan berhenti sesaat untuk memastikan kondisi aman.

Gangguan seperti ini biasanya terasa langsung oleh pengguna jalan, mulai dari pekerja yang berangkat pada jam tertentu, pelajar, hingga warga yang menjalankan urusan harian. Jika arus kendaraan sempat tersendat, dampaknya tidak hanya pada pengendara yang sedang melintas, tetapi juga pada kelancaran aktivitas di titik-titik akses masuk dan keluar kawasan.

Keselamatan pengguna jalan jadi kekhawatiran utama

Warga juga mengaitkan genangan dengan potensi gangguan keselamatan. Permukaan jalan yang terendam dapat menyulitkan pengendara membaca kondisi lintasan, terutama saat ada lubang atau perubahan ketinggian yang tertutup air. Kondisi ini membuat manuver lebih berisiko, baik untuk pengendara roda dua maupun roda empat.

Dalam catatan warga, pada kejadian sebelumnya genangan juga disebut menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor mengalami mogok setelah menerobos air. Selain itu, arus kendaraan sempat tersendat karena pengendara harus menyesuaikan langkah menghindari area yang paling dalam.

Warga berharap penanganan tidak berhenti saat genangan terjadi

Harapan warga mengarah pada penanganan yang menyasar akar masalah, bukan hanya merespons ketika air sudah menggenang. Mereka meminta penyelesaian dilakukan melalui perbaikan saluran air di sekitar lokasi agar aliran berfungsi normal, sehingga air hujan tidak kembali mengumpul di badan jalan saat hujan turun.

Sejumlah warganet menilai proses normalisasi yang dinilai belum selesai berpotensi menambah risiko bagi pengguna jalan. Kekhawatiran itu muncul karena pembenahan yang tidak tuntas membuat masalah yang sama dapat berulang pada musim hujan, sementara masyarakat tetap harus melintasi ruas jalan yang terdampak.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x