Bantuan 130 Becak Listrik untuk Pengayuh di Kabupaten Bogor

Abdul Halim
17 Okt 2026 11:08
Peristiwa 0 13
3 menit membaca

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 130 becak listrik kepada pengayuh becak konvensional di Kabupaten Bogor. Penyerahan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di alun-alun Kabupaten Bogor, dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima langsung bantuan tersebut.

Program ini menargetkan pengayuh becak berusia di atas 55 tahun, termasuk lansia yang masih mengayuh becak manual demi kebutuhan keluarga. Melalui bantuan ini, pemerintah mendorong para penerima beralih ke becak listrik produksi PT Pindad agar pekerjaan yang sebelumnya mengandalkan tenaga fisik menjadi lebih ringan dan tetap produktif.

Penyerahan becak listrik di alun-alun Kabupaten Bogor

Acara penyerahan berlangsung di ruang publik pusat Kabupaten Bogor, sebuah lokasi yang memudahkan warga untuk menyaksikan proses distribusi bantuan. Rudy Susmanto menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas perhatian yang diberikan Presiden kepada masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas harian.

Rudy juga menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar pergantian alat transportasi. Bagi banyak pengayuh becak usia lanjut, becak adalah instrumen kerja yang menentukan ritme ekonomi keluarga. Peralihan dari becak manual ke becak listrik diharapkan mengurangi beban fisik, terutama bagi penerima yang masih bekerja meski usianya sudah masuk kategori lansia.

Sasarannya pengayuh usia 55 tahun ke atas, termasuk lansia

Salah satu fokus program adalah penerima berusia di atas 55 tahun. Di dalam kelompok tersebut, disebutkan adanya pengayuh berusia 75 tahun yang masih mengayuh becak manual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi seperti ini memperlihatkan alasan program diarahkan pada kelompok yang paling merasakan dampak kelelahan fisik dari pekerjaan mengayuh.

Dengan becak listrik, diharapkan pengayuh tidak lagi bergantung pada tenaga murni. Perubahan ini juga berpotensi memengaruhi cara mereka merencanakan jam kerja. Jika pekerjaan terasa lebih ringan, pengayuh dapat mempertahankan aktivitas usaha dengan ritme yang lebih stabil, sehingga kebutuhan keluarga lebih mudah dipenuhi.

Harapan Pemkab Bogor: manfaat nyata dan pemanfaatan sesuai peruntukan

Rudy menyampaikan harapan agar becak listrik benar-benar memberikan manfaat nyata, meringankan beban para pengayuh, serta meningkatkan kesejahteraan mereka bersama keluarga. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut perlu dijaga amanahnya agar digunakan sebagaimana mestinya, bukan dialihkan atau disalahgunakan.

Dalam pandangan Rudy, kolaborasi dan perhatian berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar hasil pembangunan menyentuh warga yang paling membutuhkan. Pernyataan tersebut juga mengaitkan program becak listrik dengan sejumlah kebijakan lain yang disebutkan, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga, perbaikan jalan, hingga bantuan rumah tidak layak huni pada tahun 2025 dan 2026.

Becak listrik sudah berjalan sejak 2023, penyaluran nasional ditambah

Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa program becak listrik telah berjalan sejak 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden. Menurut Nanik, program tersebut terus diperluas agar pengayuh becak memiliki sarana usaha sendiri, sehingga tidak hanya bergantung pada becak sewaan.

Nanik menyebut secara nasional sekitar 14.000 unit telah disalurkan, dan penyaluran lanjutan direncanakan untuk menjangkau lebih banyak pengayuh di berbagai daerah. Ia juga mengingatkan penerima agar merawat dan menggunakan becak sesuai peruntukannya, serta tidak memindahtangankannya kepada pihak lain.

Menurut Nanik, bantuan becak listrik diharapkan menjadi aset bagi para pengayuh. Dengan kepemilikan alat usaha, penerima dapat bekerja dengan lebih nyaman dan memiliki peluang yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk saat menghadapi keterbatasan fisik karena usia.

Dampak bagi warga: pekerjaan lebih ringan bagi pekerja informal

Untuk warga Kabupaten Bogor, program ini menyasar kelompok yang selama ini bekerja di sektor informal dan sangat bergantung pada kemampuan fisik. Ketika pekerjaan mengayuh becak manual terasa berat bagi usia lanjut, perubahan ke becak listrik dapat mengubah pengalaman kerja sehari-hari, dari yang sebelumnya menuntut tenaga besar menjadi lebih terukur.

Peralihan alat usaha juga relevan dengan kebutuhan mobilitas warga sekitar, karena becak tetap menjadi bagian dari ekosistem transportasi lokal. Jika pengayuh tetap produktif, layanan transportasi jarak pendek di lingkungan sekitar berpotensi lebih konsisten, sementara para pekerjanya memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas penghasilan rumah tangga.

x
x