google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Jabon Lestari di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, mengubah sampah organik dan anorganik menjadi produk yang punya nilai ekonomi sekaligus ruang edukasi. KRL yang berdiri sejak 2022 ini menggabungkan pengelolaan limbah, kreativitas warga, dan program pemberdayaan agar lingkungan lebih bersih dan masyarakat memperoleh manfaat nyata.
Ketua KRL Jabon Lestari, Ade Subagyo, menjelaskan gagasan awal kampung ini berangkat dari persoalan sampah di sekitar permukiman. Dari problem keseharian tersebut, warga lalu merancang cara agar sampah tidak berhenti sebagai masalah, melainkan diolah menjadi sesuatu yang berguna, bisa dipamerkan, dan bahkan mendukung kegiatan ekonomi warga.
Dalam praktiknya, KRL Jabon Lestari menerapkan dua jalur pengolahan, yakni untuk sampah non-organik dan organik. Untuk sampah non-organik, bahan seperti kaleng, botol air mineral, kantong plastik, serta kemasan produk dipilah dan diarahkan agar tidak hanya menumpuk sebagai limbah. Sebagian diolah menjadi karya seni, sementara bentuk lain diarahkan menjadi material yang lebih fungsional.
Ade merinci bahwa botol plastik bekas diisi dan dipadatkan dengan sampah plastik yang bersih hingga akhirnya mengeras dan menjadi bahan padat. Produk yang dikenal sebagai ecobrick itu kemudian dimanfaatkan untuk membangun struktur, termasuk dinding bangunan rumah dua lantai. Proses tersebut tidak sekadar mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan elemen visual yang menarik, sehingga kampung ini dikenal memiliki dinding bangunan dengan tampilan warna-warni dari botol bekas.


Tidak ada komentar