google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Rencana aksi besar-besaran PPPK dan PPPK paruh waktu pada 7 September 2026 yang sebelumnya diproyeksikan melibatkan sekitar 35 ribu peserta dipastikan batal. Perubahan itu terjadi setelah perwakilan forum PPPK melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang kemudian meminta waktu untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.
Menurut pengurus forum PPPK, ada empat tuntutan yang dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari kepastian status PPPK paruh waktu, pengangkatan ke jenjang lebih tinggi, hingga kesempatan pengembangan karier. Meski aksi dibatalkan, proses penyelesaian disebut masih memerlukan langkah kebijakan dan regulasi agar tuntutan tidak berhenti di level kesepakatan.
Awalnya, aksi PPPK menjadi perhatian karena skala massa yang direncanakan cukup besar. Aliansi dan sejumlah organisasi yang mewakili PPPK serta PPPK paruh waktu menyebut ada potensi sekitar 35 ribu orang akan turun ke Jakarta, berkumpul di sekitar Istana Negara.
Namun, rencana tersebut berubah setelah komunikasi dilakukan dengan DPR. Perwakilan forum PPPK disebut bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dan dari pertemuan itu muncul respons yang dianggap positif terhadap tuntutan yang selama ini diperjuangkan.
Dalam penjelasan pihak forum, ada empat pokok tuntutan yang dibawa dalam pertemuan. Tuntutan pertama menyangkut nasib PPPK paruh waktu. Mereka meminta agar seluruh PPPK paruh waktu, termasuk kategori tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru, dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada tahun 2026.
Tuntutan kedua berkaitan dengan jenjang kepegawaian: PPPK dari berbagai jabatan diminta dapat diangkat menjadi PNS pada 2027 tanpa batasan usia. Lalu, tuntutan ketiga menyoroti kebutuhan pengembangan karier, yaitu adanya kesempatan peningkatan jenjang bagi seluruh ASN PPPK pada 2026.


Tidak ada komentar