Dedie Rachim Minta RSUD Kota Bogor Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Kesehatan

Riky Iskandar
7 Agu 2026 09:43
News 0 57
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan pentingnya menjadikan RSUD Kota Bogor sebagai tempat pengabdian bagi seluruh tenaga kesehatan sekaligus garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dedie saat memimpin upacara kesiapsiagaan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-12 RSUD Kota Bogor di Lapangan Gedung Radiologi, Jumat (7/8/2026).

“RSUD Kota Bogor ini adalah ujung tombak dari upaya kita memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Dedie.

Ia mengapresiasi seluruh jajaran rumah sakit yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki tata kelola, serta meminimalkan risiko dalam operasional rumah sakit. Dedie juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran direksi terdahulu yang telah berkontribusi membangun RSUD Kota Bogor.

Meski demikian, hasil evaluasi pemerintah menunjukkan masih ada sejumlah aspek manajemen yang perlu terus dibenahi. Menurut Dedie, berbagai perubahan positif mulai terlihat sejak kepemimpinan Direktur Utama Sri Nowo Retno dalam tujuh bulan terakhir.

“Alhamdulillah perbaikan dari sisi manajemen juga sudah terlihat, ya, perbaikan-perbaikannya,” katanya.

Dedie pun mengajak seluruh unsur manajemen, tenaga medis, dan pegawai RSUD Kota Bogor untuk terus mendukung proses pembenahan agar pelayanan semakin optimal dan beban operasional rumah sakit dapat dikelola lebih baik.

Usai upacara, Dedie meninjau sejumlah fasilitas rumah sakit. Ia menilai RSUD Kota Bogor yang kini berstatus rumah sakit tipe A telah memiliki sarana, tenaga dokter, dan komite medik yang memadai. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan profesionalisme karena mayoritas pasien yang datang kini bukan hanya berasal dari Kota Bogor.

“Rumah sakit ini sekarang bukan hanya melayani warga Kota Bogor saja, tetapi warga luar Kota Bogor mungkin jumlahnya hampir 60 persen. Jadi mau tidak mau kita harus meningkatkan profesionalisme. Pasien harus diterima dengan langkah yang lebih profesional,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bogor Sri Nowo Retno memperkenalkan layanan call center 24 jam yang terintegrasi dengan layanan kegawatdaruratan Kota Bogor. Layanan tersebut dapat diakses masyarakat melalui telepon 0251-8312292 maupun WhatsApp 081110077781.

Menurut Sri, kehadiran call center menjadi bagian dari upaya meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari informasi layanan, jadwal dokter, ketersediaan ruang perawatan hingga penanganan keluhan.

“Setiap pertanyaan bisa langsung direspons. Sebelumnya ada masukan bahwa respons rumah sakit masih lambat, jadi dengan call center ini diharapkan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Sri menambahkan, RSUD Kota Bogor berkomitmen mengedepankan pelayanan yang berorientasi pada pengabdian. Selain memberikan layanan kuratif, rumah sakit juga terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam menjalankan program promotif dan preventif bagi masyarakat.

“Kita bekerja sama dengan Dinkes. Untuk masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan atau mengalami kesulitan pembiayaan juga kita bantu. Di sisi lain, edukasi dan sosialisasi kesehatan terus kita gencarkan,” ungkapnya.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), lanjut Sri, seluruh upaya peningkatan manajemen dilakukan untuk memperkuat kualitas pelayanan, bukan mengejar keuntungan.

“Karena pelayanan pengabdian masyarakat itu jadi utama kita,” pungkasnya.

x
x