
INFOPANTULAN.COM, BOGOR — Upaya meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi bencana terus dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui Pelatihan Kompetensi Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang diikuti 30 peserta di kawasan Telaga Saat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Oktober 2026, tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis relawan agar mampu menjalankan tugas secara efektif ketika terjadi bencana.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan dirancang untuk membekali anggota Tagana dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam penanganan kondisi darurat, mulai dari proses evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Dalam kegiatan itu, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti simulasi lapangan yang mencakup tiga kompetensi utama, yakni pembangunan hunian sementara, penyelamatan di air atau water rescue, serta pengelolaan dapur umum.
Pada materi pembangunan hunian sementara, para relawan dilatih mendirikan tenda pengungsian dengan cepat dan aman. Keterampilan ini diperlukan agar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana dapat segera memperoleh lokasi pengungsian yang layak.
Sementara itu, materi water rescue memberikan pembekalan teknis mengenai penyelamatan dan evakuasi korban di wilayah perairan. Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Bogor memiliki potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Adapun pelatihan pengelolaan dapur umum menitikberatkan pada penyediaan makanan bagi warga terdampak bencana. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tata letak peralatan memasak serta penerapan standar keselamatan untuk mengurangi risiko kecelakaan selama operasional dapur darurat.
Farid berharap pelatihan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga motivasi dan rasa tanggung jawab agar seluruh kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Harapan kami, peserta tetap memiliki semangat, motivasi, dan tanggung jawab. Setelah kegiatan ini, kemampuan mereka terasah dan bisa dipergunakan langsung untuk membantu masyarakat pada saat terjadi bencana,” ujar Farid.
Pengalaman mengikuti simulasi tersebut juga dirasakan Ajat Sudajat, relawan Tagana dari Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan. Menurutnya, materi yang diberikan selama pelatihan cukup terperinci dan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Ia mencontohkan materi dapur umum yang mengajarkan peserta mengenai pentingnya keselamatan dalam menyiapkan makanan bagi pengungsi.
Penempatan area untuk merebus air, menanak nasi, serta penggunaan kompor dan tabung gas menjadi bagian yang diperhatikan dalam simulasi tersebut.
Menurut Ajat, salah satu materi yang paling menantang adalah penyelamatan di air. Meski demikian, seluruh peserta dapat menyelesaikan simulasi tanpa kendala berarti.
“Yang paling menantang dari kita semua yaitu water rescue atau penyelamatan di air. Alhamdulillah semua berhasil, tidak ada kendala apa-apa,” ungkapnya.
Tagana merupakan bagian penting dalam penanganan bencana yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI. Peran relawan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari kesiapsiagaan sebelum bencana, penanganan saat keadaan darurat, hingga dukungan pemulihan setelah bencana.
Ajat berharap peningkatan kapasitas relawan Tagana mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Menurutnya, penguatan keterampilan perlu diiringi dengan perencanaan program dan dukungan yang memadai agar relawan dapat menjalankan tugas kemanusiaan secara optimal.
“Untuk menolong seseorang itu membutuhkan hati yang ikhlas, apalagi kita adalah relawan. Mudah-mudahan ke depannya para Dinas Sosial dan Kemensos mempunyai perencanaan yang lebih mantap dan bagus lagi untuk mendukung kegiatan Tagana,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Dinsos Kabupaten Bogor diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel Tagana dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, sekaligus mendukung penanganan bencana yang lebih cepat, aman, dan terkoordinasi.

