Jokowi Minta Relawan Topang Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029

Abdul Halim
16 Sep 2026 09:05
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Presiden ke-7 RI Joko Widodo disebut meminta para relawan untuk ikut menopang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan pada 2029. Permintaan itu disampaikan Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung saat mengikuti program Rakyat Bersuara bertajuk “Bisik-Bisik Percepatan Pemilu, Siapa Mengusik?” pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam penjelasannya, David mengatakan Jokowi menyampaikan pesan tersebut sebagai bagian dari penutup pertemuan dan menekankan pentingnya kondisi politik yang stabil agar pemerintahan dapat menjalankan tugas sampai 2029. Ia juga menyebut ada pembahasan soal kemungkinan pemerintahan Prabowo-Gibran tidak berjalan sampai 2029, namun konteksnya tidak dimaknai sebagai ajakan mengakhiri masa jabatan lebih cepat.

Pesan Jokowi soal dukungan relawan hingga 2029

David menceritakan bahwa pertemuan yang dihadiri sekitar 60 peserta dari 43 organisasi relawan Jokowi awalnya diarahkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus membahas berbagai persoalan kebangsaan. Ia menyebut beberapa isu yang dibicarakan mencakup kebakaran hutan dan lahan, serta gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Di sela pembahasan tersebut, David mengungkap bahwa Jokowi kemudian memberikan respons yang mengarah pada kebutuhan dukungan relawan. Menurut David, Jokowi meminta agar relawan membantu menjaga agar pemerintahan Prabowo-Gibran dapat berjalan hingga 2029, bukan sekadar menjadi penonton politik.

“Tolong kalau bisa teman-teman menopang pemerintahan Prabowo-Gibran ini sampai 2029,” kata David menirukan pesan Jokowi. David menambahkan bahwa Jokowi juga mengaitkannya dengan harapan pemerintahan yang sukses, yang membuka peluang melanjutkan ke periode berikutnya.

Stabilitas dan kondusivitas politik sebagai ukuran keberhasilan

Selain soal dukungan sampai 2029, David menyebut Jokowi juga menyampaikan ukuran keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satu parameter yang disebut adalah terciptanya stabilitas dan kondusivitas politik.

David menuturkan bahwa stabilitas politik dipandang sebagai prasyarat agar pemerintahan bisa berjalan efektif. Ia memaparkan bahwa Jokowi menekankan ketidakmungkinan pemerintahan dapat menunaikan tugas dengan baik jika terjadi riak-riak maupun konflik sosial-politik di tengah masa pemerintahan.

Dalam penuturan David, Jokowi menyinggung kondisi politik yang stabil sebagai faktor menentukan. Pernyataan tersebut kemudian menjadi kerangka cara pandang relawan dalam memaknai peran mereka, yaitu menjaga iklim politik tetap terukur dan tidak mudah terseret ketegangan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan.

Isu “tidak sampai 2029” muncul, tapi konteksnya berbeda

David juga menanggapi bagian pembahasan yang sempat menyinggung kemungkinan pemerintahan Prabowo-Gibran tidak berjalan hingga 2029. Ia menyebut Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sempat membicarakan gagasan tersebut saat forum berlangsung.

Namun, David menegaskan bahwa pembicaraan itu tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk mengakhiri pemerintahan lebih cepat. Ia menjelaskan bahwa yang disampaikan Budi Arie merupakan pernyataan garis besar untuk mendorong refleksi: bagaimana seandainya pemerintahan tidak sampai 2029, seberapa besar dukungan relawan dibutuhkan.

“Jadi bukan mengajak bahwa yuk kita selesaikan pemerintahan ini supaya enggak sampai 2029. Jadi sangat berbeda konteksnya,” ucap David. Dengan demikian, isu yang beredar di forum lebih diarahkan pada urgensi dukungan dan mitigasi risiko, bukan pada seruan mengakhiri masa jabatan.

Forum relawan, dari silaturahmi hingga agenda isu kebangsaan

David menggambarkan pertemuan itu sebagai forum silaturahmi yang tidak hanya bersifat seremonial. Ia menekankan bahwa agenda awalnya berfokus pada persoalan yang sedang dihadapi bangsa, termasuk isu lingkungan dan bencana.

Pembahasan karhutla dan gempa di NTT menunjukkan bahwa diskusi relawan tidak berhenti pada urusan politik elektoral, melainkan menyentuh tema yang berdampak langsung pada masyarakat. Dari sudut pandang organisasi relawan, pembingkaian isu semacam ini sering dipakai untuk memperkuat legitimasi gerakan, karena relawan dianggap tetap relevan pada kebutuhan publik di luar panggung kampanye.

Setelah isu-isu kebangsaan dibahas, barulah masuk respons Jokowi yang mengarahkan relawan pada peran praktis: menopang pemerintahan Prabowo-Gibran sampai 2029. David menyatakan respons itu muncul sebagai penutup pertemuan, sehingga pesan yang dibawa pulang memiliki bobot arahan.

Respons organisasi relawan lain terkait dukungan pemerintahan

Di luar narasi yang disampaikan David, organisasi relawan lain juga disebut menyatakan dukungan agar pemerintahan Prabowo-Gibran dapat berjalan hingga masa jabatan berakhir. David mencontohkan PROJO Muda yang menyatakan secara kelembagaan tetap mengawal program pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pernyataan semacam ini memperlihatkan adanya konsolidasi sikap di kalangan kelompok relawan, setidaknya pada level dukungan terhadap keberlanjutan pemerintahan sampai 2029. Dalam konteks politik yang dinamis, penegasan dukungan seperti ini biasanya menjadi sinyal bahwa relawan memilih fokus pada stabilitas pelaksanaan agenda pemerintahan, bukan pada spekulasi durasi masa jabatan.

x
x