google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Dalam penanganan kebakaran TPAS, masalah yang sering muncul adalah panas dapat bertahan di bagian bawah tumpukan sampah meski permukaan tampak tidak lagi berasap atau berapi. Rudy Susmanto menuturkan bahwa kondisi seperti itu juga ditemukan di TPAS Galuga, ketika titik panas terdeteksi melalui drone meski dari lokasi berdiri tidak terlihat tanda kebakaran.
Ia menggambarkan situasi yang kerap terjadi, tidak ada api dan tidak ada asap di permukaan, tetapi setelah drone diterbangkan ternyata di bawah area tersebut masih ada titik panas. Temuan semacam ini penting karena kebakaran di tumpukan sampah bisa bersifat tersembunyi, sehingga penanganan yang hanya mengandalkan pemadaman permukaan berisiko meninggalkan bara yang kemudian kembali memicu kebakaran.
Begitu titik panas terdeteksi, tim tidak menunggu lama untuk melakukan tindakan lanjutan. Alat berat dikerahkan ke lokasi yang ditandai agar tumpukan sampah dapat dibongkar dan bagian dalamnya diperiksa serta ditangani.
Rudy menjelaskan mekanisme penanganannya: setelah drone menunjukkan titik panas, alat berat langsung melakukan pembongkaran di lokasi tersebut. Pembongkaran dilakukan untuk membuka bagian dalam tumpukan sampah yang diduga masih menyimpan bara api.
Setelah bagian dalam terbuka, petugas kemudian melakukan pendinginan agar bara tidak kembali memicu kebakaran. Ia menekankan bahwa proses pembongkaran dan pendinginan dilakukan sebagai satu rangkaian agar panas yang tertinggal tidak berkembang lagi menjadi titik api baru.


Tidak ada komentar