google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Perdana, SMPN 2 Kota Bogor Jalani Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik Ombudsman

Admin
14 Sep 2026 04:36
5 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat pendampingan dalam pelaksanaan penilaian opini kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia (RI), Senin (14/9/2026).

Dalam pelaksanaan penilaian tersebut, tim penilai Ombudsman RI Perwakilan wilayah Jakarta Raya melakukan penilaian pada empat lokus pelayanan publik di Kota Bogor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan empat lokus yang menjadi objek penilaian yakni SMP Negeri 2 Kota Bogor, UPTD IPA, Dinas Sosial (Dinsos), serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Hari ini Pemerintah Kota Bogor kedatangan tim penilai dari Ombudsman Pusat wilayah Jakarta Raya, yang mana hari ini akan menilai empat lokasi,” kata Denny.

Menurutnya, penilaian tersebut menjadi momentum bagi Pemkot Bogor untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Denny menilai proses penilaian Ombudsman bukan hanya sebagai bentuk evaluasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi jajaran Pemkot Bogor agar semakin optimal dalam memberikan pelayanan publik.

“Ini dengan penilaian ini menjadi motivasi, semangat bagi Pemerintah Kota Bogor dalam rangka pelayanan publik, yang mana dikawal dengan penilaian ini. Mudah-mudahan dari hasil penilaian ini lebih meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak seluruh aspek pelayanan pada setiap lokus menjadi objek penilaian. Pada SMP Negeri 2 Kota Bogor, misalnya, penilaian mencakup administrasi, penanganan pengaduan, sarana dan prasarana, serta sejumlah instrumen pelayanan lainnya.

“Yang pertama infrastruktur, yang kedua administrasi, SOP, standar pelayanan, dan sebagainya,” jelas Denny.

Denny menambahkan, Pemkot Bogor telah menjalankan berbagai standar pelayanan publik sebelum adanya penilaian dari Ombudsman. Karena itu, hasil penilaian nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki aspek pelayanan yang masih dinilai kurang.

“Kita sudah berjalan. Sebelum ada penilaian sudah berjalan. Nah, momentum penilaian ini menjadi bahan evaluasi perbaikan ke depan,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan ada misalkan ada catatan-catatan yang masih kurang, kita akan perbaiki. Yang intinya kita harus lebih mengoptimalkan pelayanan kepada publik masyarakat,” sambungnya.

SMPN 2 Bogor Pastikan Standar Pelayanan Terpenuhi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x