google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Hasil EEG tersebut dilaporkan masih berada dalam batas normal. Karena itu, hubungan antara gangguan ingatan yang dialami Febiona dan dugaan keracunan makanan MBG belum bisa dipastikan secara medis. Kementerian Kesehatan juga sebelumnya menyatakan belum dapat menyimpulkan bahwa kondisi Febiona berkaitan langsung dengan MBG.
Dalam penanganan yang berjalan saat itu, Febiona masih memperoleh perawatan di RSUP Adam Malik Medan, dengan keterlibatan dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri. Dengan kondisi seperti ini, proses pemulihan menjadi fokus utama, sementara evaluasi medis terus dilakukan untuk memahami penyebab keluhan yang muncul.
Perkembangan terbaru terjadi pada Jumat, 11 September 2026, saat Gibran bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau langsung siswa yang masih menjalani perawatan di Kabupaten Karo. Kunjungan dilakukan di RS Efarina Etaham dan RS Umum Amanda Berastagi, tempat para korban dan keluarga menjalani proses penanganan medis.
Gibran menemui para siswa dan keluarga untuk mengetahui kebutuhan penanganan. Ia menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan para korban mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik. Selain itu, Gibran juga menyebut kemungkinan adanya rujukan ke Jakarta atau Medan bagi korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Gibran saat mengunjungi korban di Karo.
“Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik. Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi,” katanya.


Tidak ada komentar