
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi berakhir melalui Closing Ceremony yang digelar di Lanud Atang Sendjaja (ATS), Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).
Selama satu bulan penuh, FMP 2026 menghadirkan sebanyak 18 rangkaian kegiatan yang digelar mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
Ketua Panitia FMP 2026, Syahril M. Said, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, pelaksanaan FMP membutuhkan persiapan panjang dan melibatkan ratusan relawan yang bekerja secara sukarela.
“Kami sebagai Ketua Panitia Festival Merah Putih 2026 sangat-sangat berterima kasih atas semua dukungan dari Pak Wali Kota maupun dari tuan rumah, yang awalnya dari Korem, lalu sekarang penutupannya di sini, Pak Dandim 0606,” ujar Syahril.
Menurutnya, persiapan FMP 2026 telah dilakukan selama sekitar dua hingga tiga bulan sebelum seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sepanjang Agustus.
“Acara ini sungguh-sungguh membutuhkan energi yang luar biasa. Karena acara ini kami persiapkan hampir tiga bulan, dua bulan kami persiapan, satu bulan kami melaksanakannya,” katanya.
Syahril mengatakan, ratusan relawan menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan FMP. Para relawan tersebut tidak mendapatkan bayaran, tetapi tetap terlibat dengan semangat untuk berkontribusi bagi Kota Bogor dan Indonesia.
“Ratusan relawan dengan semangat yang membara. Relawan ini tidak pernah kami bayar Rp1 rupiah pun. Jadi mereka datang dengan semangat yang membara, bagaimana memajukan Kota Bogor dan memajukan Indonesia,” ungkapnya.
Syahril memastikan FMP akan kembali digelar pada tahun depan. Ia berharap pelaksanaan FMP 2027 dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan dengan dukungan dan masukan dari masyarakat serta Pemerintah Kota Bogor.
“Tiap tahun pasti akan kami adakan. Tahun ini ada 18 acara yang telah kami laksanakan. Tahun depan kami berharap dukungan, saran maupun masukan dari Pak Wali Kota dan seluruh masyarakat Kota Bogor. Kalau bisa lebih banyak lagi acara yang kita laksanakan, kita tingkatkan Festival Merah Putih tahun 2027,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai keberlanjutan FMP membutuhkan proses regenerasi agar semangat yang telah dibangun para pendahulu dapat diteruskan oleh generasi muda.
Menurut Dedie, pelaksanaan FMP hingga tahun ke-11 telah menghasilkan generasi kedua yang mulai mengambil peran dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Para senior ini sudah meletakkan dasar. Jadi modalitasnya sudah ada. Pelaksanaan sampai FMP yang ke-11 ini sekarang sudah menghasilkan generasi kedua,” kata Dedie.
Ia menilai keterlibatan para relawan secara sukarela menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan FMP di masa mendatang.
“Artinya ke depan saya juga minta tentu semakin luas kalangan generasi muda untuk juga dilibatkan sejak awal,” ujarnya.
Dedie mengaitkan semangat regenerasi tersebut dengan motto Kota Bogor, Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampureun Jaga, yang memiliki makna bahwa apa yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari para pendahulu dan apa yang dikerjakan hari ini akan dinikmati generasi berikutnya.
Karena itu, ia mendorong agar FMP tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mencetak kader dan melibatkan semakin banyak anak muda dalam kegiatan kebangsaan.
“Orang Bogor itu harus bisa nanti membuat generasi, membuat kader-kader, membuat anak-anak muda juga mau ikut terlibat. Ini tugas yang tidak mudah, tetapi insyaallah Bogor Sahabat, Festival Merah Putih, Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, kemudian juga BUMD, semuanya saya pikir ini sudah kita libatkan,” tuturnya.
Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsekal Pertama TNI A. Ferdinand Picaulima, mengapresiasi seluruh rangkaian FMP 2026 yang dinilainya berhasil memperkuat semangat cinta tanah air.
Ia mengatakan, panitia telah bekerja keras selama satu bulan untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang memiliki nilai kebangsaan.
“Saya tadi sudah saya sampaikan di depan, bahwa satu bulan ini Ketua Panitia betul-betul berjibaku untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan rasa cinta tanah air. Saya fokus kepada rasa cinta tanah air itu,” katanya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan FMP 2026 juga semakin melengkapi penyelenggaraan festival pada tahun-tahun sebelumnya.
“Saya melihat kegiatan-kegiatan tersebut sangat luar biasa, saling melengkapi dengan kegiatan-kegiatan FMP terdahulu, semakin menyempurnakan,” ujarnya.
Ferdinand berharap kolaborasi antara FMP dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan sehingga penyelenggaraan festival pada tahun-tahun berikutnya mampu memiliki jangkauan dan kualitas yang semakin besar.
“Saya terus terang sangat banyak harapan saya kepada FMP ke depannya. Kita dapat berkolaborasi lagi untuk dapat meningkatkan level dari kegiatan FMP kita supaya semakin membumbung tinggi ke depannya,” pungkasnya.

