
INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kota Bogor memaksimalkan penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor. Fokusnya adalah memastikan api benar-benar padam melalui pemantauan intensif dan proses pendinginan, agar lokasi siap untuk rangkaian proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya yang dijadwalkan pada 17 September.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut langkah yang dilakukan di area TPA Galuga sejauh ini berjalan maksimal. Meski begitu, petugas tetap disiagakan untuk mengawasi titik-titik yang berpotensi menjadi hotspot, karena kebakaran di lahan sampah tidak selalu berhenti hanya setelah api terlihat padam.
Penanganan kebakaran di TPA Galuga dilakukan dengan kombinasi pemantauan dan pendinginan. Pendekatan ini penting karena tumpukan sampah dapat menyimpan panas dalam waktu tertentu, sehingga titik tertentu dapat memunculkan kepulan asap atau gejala kebakaran ulang jika tidak ditangani secara tuntas.
Dedie menegaskan bahwa upaya pemadaman dan pendinginan yang telah berjalan diarahkan agar kondisi di lokasi benar-benar aman sebelum agenda proyek PSEL berlangsung. Ia juga menyoroti bahwa meskipun ada kemungkinan munculnya asap di beberapa titik, personel tetap ditempatkan untuk memonitor sekaligus menangani bila diperlukan.
“Sejauh ini alhamdulillah penanganannya sudah cukup maksimal. Meskipun masih ada potensi asap di beberapa titik, kita tetap menempatkan personel di sana untuk memonitor sekaligus menangani. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini bisa selesai tuntas,” ujar Dedie A. Rachim pada Selasa, 15 September 2026.
Meski proses penanganan telah berjalan, Pemkot Bogor tidak langsung menurunkan status kewaspadaan. Petugas di lapangan masih disiagakan untuk memantau titik-titik hotspot yang berpotensi memicu kebakaran. Ini menjadi bagian dari strategi pengendalian risiko, mengingat karakteristik TPA yang kompleks, baik dari komposisi sampah maupun kondisi lahan.
Dengan adanya pengawasan berkelanjutan, petugas dapat merespons lebih cepat jika ditemukan tanda-tanda panas kembali meningkat. Langkah tersebut juga membantu mengurangi gangguan yang ditimbulkan asap, sekaligus menjaga keselamatan kerja para petugas yang berada di lokasi.
Percepatan penanganan kebakaran dinilai krusial karena dalam waktu dekat akan dilakukan groundbreaking proyek PSEL Bogor Raya. Agenda tersebut menjadi penanda tahapan penting dalam rencana pengelolaan sampah berbasis energi, sehingga kondisi lokasi diharapkan tidak lagi menghadirkan gangguan akibat kebakaran maupun aktivitas yang memicu kepulan asap.
Dedie juga menekankan koordinasi yang terus dijaga dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, sejak awal penanganan dilakukan bersama-sama agar target sebelum pelaksanaan groundbreaking dapat tercapai, termasuk menurunkan potensi kebakaran secara signifikan.
Koordinasi menjadi kunci dalam pengendalian kebakaran di wilayah yang melibatkan banyak pihak. Dedie menjelaskan bahwa langkah intensif dilakukan bersama Pemkab Bogor karena ada target sebelum groundbreaking PSEL Bogor Raya I pada tanggal 17. Dengan sinergi tersebut, penanganan diarahkan agar potensi kebakaran turun tajam dan lokasi siap digunakan untuk rangkaian kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa nantinya semua pihak akan hadir ke lokasi. Artinya, kesiapan area tidak hanya dinilai dari aspek pemadaman, tetapi juga dari kondisi lingkungan sekitar yang diharapkan lebih terkendali, termasuk pengawasan terhadap potensi asap di titik tertentu.
Hingga saat ini, penanganan kebakaran di TPA Galuga terus berjalan melalui pemantauan dan respons cepat di lapangan. Status siaga tetap dipertahankan untuk memastikan tidak ada kemunculan kembali titik panas menjelang agenda proyek PSEL Bogor Raya yang dijadwalkan pada 17 September 2026.

