Kebakaran TPAS Galuga Bogor hari ke-18, Pemkot siapkan pelatihan DLH

Abdul Halim
25 Sep 2026 13:37
Peristiwa 0 30
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terus ditangani dan kini memasuki hari ke-18. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiagakan puluhan petugas gabungan untuk memantau titik api serta sisa kepulan asap yang masih muncul di area landasan sampah.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan evaluasi penanganan kebakaran dibahas dalam rapat gabungan antar-organisasi perangkat daerah (OPD) pada Jumat, 25 September 2026. Ia menyebut sekitar 25 hingga 30 petugas masih diterjunkan setiap hari secara bergantian, fokus patroli sekaligus melakukan pendinginan. Menurutnya, guyuran hujan selama dua hari terakhir turut mempercepat proses pendinginan, meski beberapa titik asap masih terlihat di lokasi.

Penanganan kebakaran TPAS Galuga memasuki hari ke-18

Jenal menjelaskan bahwa hitungan hari penanganan kebakaran mengarah pada fase pemadaman yang belum sepenuhnya selesai, terutama karena masih adanya titik asap di beberapa sudut area pengelolaan sampah. Petugas yang siaga tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan berulang agar bara atau panas sisa tidak muncul kembali.

Ia menuturkan, bila dihitung berdasarkan jadwal di lapangan, petugas yang standby sudah berlangsung sekitar 18 hari. Setiap hari, jumlah personel yang turun bergantian berkisar 25 sampai 30 orang. Pola kerja ini, lanjutnya, dirancang agar pemantauan tidak terputus serta pendinginan bisa dilakukan secara merata di titik yang berpotensi masih menyala atau menyimpan panas.

Hujan dua hari membantu pendinginan, titik asap masih muncul

Perubahan kondisi di TPAS Galuga terlihat setelah dua hari terakhir diguyur hujan. Jenal menyampaikan bahwa setelah hujan turun, proses pendinginan berjalan lebih merata. Kondisi di lapangan juga mengalami perbaikan, meski beberapa titik asap tetap muncul di area landasan sampah.

Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang sudah jauh membaik dibanding fase awal kebakaran. Namun, karena masih ada kepulan asap pada beberapa titik, penanganan belum dihentikan. Tim gabungan tetap menjaga ritme patroli dan pendinginan sampai kondisi dinilai benar-benar terkendali.

Rapat evaluasi OPD digelar Jumat 25 September 2026

Jenal menyebut evaluasi penanganan kebakaran dibahas dalam rapat gabungan antar OPD pada Jumat, 25 September 2026. Rapat tersebut menjadi bagian dari penataan langkah lanjutan, termasuk pembagian peran antarinstansi dan penetapan skema respons jika muncul titik api atau asap susulan.

Dengan adanya rapat evaluasi, Pemkot Bogor berupaya memastikan penanganan tidak berhenti pada kerja lapangan semata. Ada upaya menyelaraskan kesiapan sumber daya, prosedur penanganan awal, dan dukungan sarana yang dibutuhkan agar respons bisa lebih cepat bila kejadian serupa terulang.

Pelatihan DLH untuk mitigasi awal dan penanganan titik asap

Selain patroli harian, Pemkot Bogor menyiapkan langkah antisipasi melalui pelatihan personel. Jenal mengatakan Pemkot akan melatih 15 hingga 20 personel dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenai mitigasi awal kebakaran dan penanganan titik asap.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung langsung di lokasi TPAS Galuga pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 09.00 WIB, dengan melibatkan sejumlah OPD terkait. Materi pelatihan diarahkan agar petugas memahami langkah penanganan ketika api muncul dengan skala kecil dan ketika asap masih terdeteksi, sehingga respons awal dapat dilakukan sebelum situasi berkembang lebih besar.

Sarana pendukung darurat disiapkan permanen di lokasi

Pemkot Bogor juga menyiapkan sarana pendukung penanganan darurat untuk mempercepat penanganan di lapangan. Jenal menyebut beberapa perlengkapan yang akan disiagakan permanen di lokasi, tanpa dibongkar pasang, seperti pemasangan embung air, terpal, selang, dan pompa.

Skema ini ditujukan agar petugas yang telah dilatih bisa melakukan tindakan teknis lebih cepat saat menemukan titik api atau asap dengan ukuran kecil. Dengan perlengkapan yang sudah tersedia dan berada di lokasi, proses pengambilan peralatan tidak perlu menunggu, sehingga pendinginan bisa segera dilakukan untuk menekan risiko bara aktif kembali.

Tim gabungan tidak ditarik sebelum kondisi benar-benar terkendali

Jenal menegaskan bahwa tim gabungan tidak akan ditarik dari lokasi hingga kondisi TPAS Galuga benar-benar dinilai terkendali. Keputusan tersebut menekankan bahwa fokus utama masih pada pencegahan kekambuhan, terutama saat masih ada tanda asap di beberapa titik.

Ia menyatakan tim tetap siaga dan tetap berada di lokasi. Di saat yang sama, pelatihan personel DLH menjadi bagian dari strategi jangka menengah agar penanganan bencana berdampak kebakaran di area pengelolaan sampah bisa dilakukan lebih efektif oleh personel yang sudah dibekali pemahaman teknis di lokasi kejadian terakhir.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x