Pemkab Bogor bangun embung terpal di TPAS Galuga percepat pemadaman

Abdul Halim
13 Sep 2026 22:35
Peristiwa 0 32
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan strategi khusus untuk mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah atau TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Memasuki hari kedelapan, pemadaman tidak lagi bertumpu pada satu jenis akses, melainkan mengandalkan jaringan sumber air yang dibuat mendekati titik api yang sulit dijangkau.

Langkah ini dilakukan dengan membangun embung air sederhana di area TPAS Galuga. Air kemudian dialirkan secara bertahap dari titik awal menuju embung berikutnya hingga mendekati lokasi kebakaran, dengan kedalaman embung sekitar 1 sampai 2 meter dan penampungan menggunakan terpal. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut strategi tersebut difokuskan di wilayah timur TPAS Galuga yang menjadi titik paling ujung dan sulit diakses kendaraan pemadam.

Embung terpal berantai untuk mendekatkan air ke titik api

Rudy Susmanto menjelaskan bahwa sumber air ditarik dari lokasi awal yang berjarak sekitar 1 hingga 2 kilometer dari embung. Setelah itu, air disalurkan bertahap dari satu embung ke embung lainnya sampai mencapai titik yang dekat dengan area kebakaran.

Pola penyaluran berantai ini membuat air tidak harus menempuh jarak jauh ketika medan menghambat mobilitas petugas. Embung yang dibuat secara sederhana juga memungkinkan penempatan lebih fleksibel di titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau.

Dalam penanganannya, Rudy menyebut penyaluran dari embung ke embung berikutnya dilakukan menggunakan mesin Alkon. Dari embung kedua, air disalurkan ke embung ketiga, lalu diarahkan mendekati titik api, sehingga proses pemadaman bisa dilakukan lebih terukur.

Fokus wilayah timur, medan sulit membuat Damkar tidak dominan

Menurut bupati, wilayah timur TPAS Galuga menjadi area yang paling menantang karena kondisi medan yang membuat kendaraan pemadam sulit masuk. Karena itu, pemadaman tidak dilakukan dengan mengandalkan mobil Damkar secara penuh, melainkan memanfaatkan embung-embung yang telah dibangun, mesin Alkon, serta bantuan alat berat.

Penekanan pada wilayah timur menunjukkan bahwa pendekatan yang dipilih bukan sekadar menambah tenaga, tetapi menyesuaikan metode dengan karakter lokasi. Ketika akses kendaraan terbatas, ketersediaan air yang dekat dengan titik panas menjadi faktor penentu agar pemadaman tidak tertunda.

Rudy menegaskan bahwa titik paling ujung yang tidak bisa diakses menjadi alasan strategi pemadaman menggunakan beberapa embung sekaligus. Dengan begitu, petugas tetap bisa menekan titik api meski jalur kendaraan pemadam terbatas.

Perkembangan luas lahan terbakar dari 7 September hingga hari kedelapan

Untuk menggambarkan dinamika kebakaran, Rudy Susmanto menyampaikan data awal yang menunjukkan perubahan luas terdampak. Kebakaran awal pada 7 September melanda lahan sekitar 5,5 hektare.

Sehari setelahnya, luasan meningkat menjadi 8,4 hektare. Setelah dilakukan intervensi, luasan kemudian bergerak menurun bertahap, menjadi sekitar 7 hektare, 6 hektare, hingga 5 hektare.

Memasuki hari kedelapan, kondisi di beberapa titik mulai membaik. Di wilayah utara masih ada sekitar 1,4 hektare yang perlu penanganan, sementara di wilayah timur tersisa sekitar 1.000 meter persegi. Untuk bagian selatan, area pembuangan sampah Kabupaten Bogor disebut sudah berhasil dituntaskan.

Tim gabungan bekerja 24 jam, target pemadaman menyeluruh

Bupati Bogor juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terus melakukan penanganan selama 24 jam sehari. Penanganan yang berlangsung terus-menerus diarahkan agar kebakaran tidak kembali aktif di titik-titik yang masih menyisakan bara.

Ia berharap seluruh titik api dapat dipadamkan secara menyeluruh sehingga proses penanganan yang sudah memasuki hari kedelapan bisa segera dituntaskan. Pada praktiknya, pendekatan embung dan penyaluran air berantai menjadi salah satu cara untuk menjaga konsistensi suplai air ke lokasi yang masih membutuhkan pemadaman.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan kebakaran di TPAS Galuga.

x
x