Longsor Pamijahan Bogor mengancam rumah warga, tebing setinggi 8 meter

Abdul Halim
23 Sep 2026 15:48
Peristiwa 0 33
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, memicu tanah longsor di Kampung Cikoneng, Desa Gunung Picung, pada Rabu, 23 September 2026 dini hari. Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.45 WIB dan mengarah ke satu unit rumah warga yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.

Longsor dilaporkan muncul dari tebing di sisi rumah, tepatnya di area dapur. Berdasarkan asesmen cepat BPBD Kabupaten Bogor lewat TRC-PB, material yang bergerak diperkirakan memiliki panjang sekitar 15 meter, tinggi 8 meter, dan lebar 12 meter. Kondisi ini membuat rumah berstatus terancam, terutama jika hujan dengan intensitas serupa kembali turun.

Waktu kejadian dan dampak longsor di Kampung Cikoneng

Menurut keterangan petugas BPBD Kabupaten Bogor, longsor bermula ketika hujan lebat sudah berlangsung sejak malam sebelumnya. Saat kejadian dini hari, material bergerak cukup signifikan hingga menutup dan mendekat ke bagian bangunan rumah. Lokasi kejadian berada di tebing samping rumah, sehingga dampaknya langsung terasa oleh penghuni.

Di lokasi, tim melakukan pengamatan cepat untuk memastikan tingkat bahaya dan potensi longsor susulan. Upaya penanganan awal difokuskan pada pengurangan risiko terhadap penghuni rumah serta mengatur kondisi area terdampak agar tidak bertambah parah saat hujan turun kembali.

Asesmen cepat BPBD: ukuran material dan titik longsor

Hasil asesmen cepat menunjukkan longsoran terjadi pada bagian tebing di samping rumah, dengan titik terdampak di area dapur. Material yang bergerak tidak hanya berupa tanah permukaan, tetapi juga menyeret material dalam jumlah besar. Perkiraan dimensi longsor, yaitu panjang 15 meter, tinggi 8 meter, dan lebar 12 meter, menggambarkan skala pergeseran yang cukup luas untuk ukuran kejadian di permukiman.

Petugas juga mencatat bahwa proses pergerakan dipengaruhi kondisi tanah yang sebelumnya mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, tanah yang semula kering menjadi lebih mudah tergerus dan kehilangan kestabilan pada lereng tebing.

Diduga dipicu hujan lebat, tanah kering, dan tebing tanpa TPT

BPBD menilai hujan lebat yang berlangsung sejak Selasa malam menjadi pemicu utama pergerakan tanah. Namun faktor penyerta tidak kalah penting. Analisis di lapangan menyebutkan tebing yang belum diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT) turut meningkatkan risiko longsor setelah mengalami periode kekeringan panjang.

Tanpa penguatan struktur pada lereng, tanah cenderung lebih rentan ketika menerima beban air dari hujan. Air yang meresap dapat mengubah kepadatan dan mengurangi daya ikat antarpartikel tanah. Akibatnya, tebing lebih mudah mengalami pergeseran hingga materialnya meluncur ke area bawah.

Penanganan darurat dan langkah antisipasi longsor susulan

Setelah menerima laporan kejadian, petugas TRC-PB BPBD Kabupaten Bogor melakukan koordinasi dengan aparat setempat. Tim kemudian melakukan asesmen, menilai kondisi di lokasi, sekaligus memberikan edukasi kebencanaan kepada warga. Fokusnya adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan yang bisa terjadi bila hujan kembali turun dengan durasi dan intensitas tinggi.

Untuk langkah antisipatif sementara, material longsoran ditutup menggunakan terpal. Penutupan ini bertujuan mengurangi paparan langsung air hujan terhadap material yang sudah bergerak, sehingga risiko pergerakan lanjutan dapat ditekan. Di sisi lain, akses jalan di sekitar lokasi masih bisa dilalui warga, meski tetap memerlukan kewaspadaan.

BPBD juga menilai diperlukan penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait guna mencegah longsor susulan dan menurunkan risiko terhadap rumah-rumah di sekitar tebing. Dengan tebing yang berpotensi kembali tergerus saat hujan deras berlangsung, perhatian pada penguatan lereng menjadi bagian penting dari tindak lanjut pascakejadian.

x
x