IMSO ke-23 Resmi Dibuka, 404 Siswa dari 23 Negara Bersaing di Matematika dan Sains

Riky Iskandar
3 Okt 2026 06:43
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Persaingan talenta muda di bidang matematika dan sains berlangsung dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23.

Sebanyak 404 peserta dari 23 negara ambil bagian dalam kompetisi tingkat sekolah dasar (SD) tersebut.

IMSO ke-23 resmi dibuka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026).

Abdul Mu’ti mengatakan IMSO tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa dari berbagai negara untuk membangun jejaring.

Menurutnya, matematika dan sains merupakan dua bidang yang penting untuk ditanamkan kepada anak sejak usia dini karena berkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ini dua bidang yang sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penanaman sains, matematika sejak dini,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga diperlukan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia sehingga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Selain itu, para peserta IMSO disebut merupakan siswa yang telah melalui proses seleksi di negara masing-masing. Karena itu, kompetisi tersebut sekaligus mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara dalam satu forum internasional.

“Forum ini bukan hanya menjadi forum di mana para talenta muda matematika dan sains dari 23 negara bertemu dan berlomba, tetapi forum di mana mereka membangun jejaring generasi-generasi yang brilian,” ujarnya.

Abdul Mu’ti berharap kehadiran para peserta dari berbagai negara dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk semakin tertarik mempelajari matematika dan sains.

Untuk mendorong minat tersebut, Kemendikdasmen juga mengembangkan konsep STEM 5M yang mencakup pembelajaran murah, mudah, menggembirakan, mindful, dan meaningful.

Konsep tersebut, katanya, diharapkan dapat mengubah anggapan bahwa matematika dan sains merupakan bidang yang sulit maupun mahal untuk dipelajari.

“Kami ingin mengubah stigma itu dengan gerakan STEM 5M tadi, dan mudah-mudahan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Chairman IMSO Raden Ridwan Hasan Saputra mengungkapkan persiapan kontingen Indonesia telah dilakukan jauh sebelum kompetisi dimulai.

Para peserta mengikuti pelatihan secara daring selama sekitar satu bulan. Dalam setiap sesi, pelatihan berlangsung kurang lebih empat jam.

Persiapan kemudian dilanjutkan dengan karantina selama enam hari di PPSDM Kemendikdasmen. Selama karantina, peserta menjalani pembinaan secara intensif dari pagi hingga malam dan menginap di lokasi.

“Menjelang lomba, enam hari sebelum lomba ini, kita adakan karantina di PPSDM selama enam hari dari pagi sampai malam terus menginap. Itu persiapannya,” ujar Ridwan.

Kompetisi IMSO ke-23 berlangsung selama dua hari, yakni Minggu (4/10/2026) dan Senin (5/10/2026). Pada hari pertama, peserta akan menjalani ujian teori matematika berupa isian singkat dan uraian. Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti ujian eksplorasi matematika serta eksperimen sains.

Ridwan mengatakan seluruh soal yang diberikan menggunakan bahasa Inggris. Penilaian juga dilakukan oleh tim juri yang berasal dari sejumlah negara.

“Jurinya dari berbagai negara. Dari Bulgaria ada, dari Vietnam ada, dari Thailand ada. Jadi campur-campurlah,” katanya.

Untuk kontingen Indonesia, Ridwan tidak menetapkan jumlah medali tertentu sebagai target. Ia berharap para peserta dapat meraih medali emas, perak, maupun perunggu, dengan harapan raihan emas tahun ini dapat meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Pada IMSO tahun lalu, Indonesia meraih sekitar tiga medali emas dari cabang matematika dan sains.

“Tahun kemarin sekitar dapat tiga emas untuk matematika dan sains digabung. Terus terang sekarang kita memfokus ke emasnya. Mudah-mudahan meningkat,” tuturnya.

Ridwan juga menyebut Singapura, China, dan Vietnam sebagai negara yang selama ini memiliki persaingan ketat dalam kompetisi matematika dan sains tersebut.

Menurutnya, sejumlah negara telah memiliki sistem pembinaan yang secara khusus menangani pengembangan kemampuan matematika dan ilmu pengetahuan alam sejak usia sekolah.

“Mereka memang sudah fokus, ada sekolahnya yang memang ngurus matematika dan IPA. Kita kan belum ada,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

x
x