
INFOPANTUL.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto dipastikan dalam kondisi stabil setelah menjalani tindakan kateterisasi jantung di RSUD Ciawi pada Kamis, 3 September 2026. Prosedur tersebut dilakukan untuk menangani keluhan jantung yang dialami orang nomor satu di Kabupaten Bogor, dengan penanganan oleh dokter spesialis kardiologi intervensional.
Tindakan kateterisasi yang dijalani Rudy Susmanto menggunakan metode ballooning kateter, sehingga tidak diperlukan pemasangan ring maupun stent pada pembuluh darah jantung. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa selama prosedur berlangsung, tim medis menilai tidak ada kendala berarti dan kondisi pasien tetap baik.
Menurut Fusia, tindakan medis yang dilakukan secara medis dikenal sebagai ballooning kateter. Metode ini lazim digunakan untuk mengatasi penyempitan pada pembuluh darah jantung tanpa harus memasang alat bantu permanen seperti ring atau stent. Dengan pertimbangan kondisi pasien yang dinilai bagus, dokter tidak melanjutkan tindakan pemasangan perangkat tambahan.
Fusia juga menyampaikan bahwa setelah prosedur selesai, Bupati Rudy sedang beristirahat. Ia menegaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyempitan pada pembuluh darah jantung Bupati Bogor, namun penanganan lewat prosedur kateterisasi berjalan sesuai harapan.
Lebih lanjut, Fusia menyebut penyempitan yang ditemukan diduga berkaitan dengan beberapa faktor risiko kardiovaskular. Di antaranya, kadar kolesterol yang tinggi serta tekanan darah yang juga terpantau tinggi. Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada pembuluh darah jantung.
Meski ada temuan penyempitan, Fusia menekankan bahwa kondisi Bupati Rudy sudah teratasi dengan baik setelah prosedur. Artinya, fokus penanganan berikutnya berada pada pemantauan pascatindakan, sekaligus memastikan tidak muncul keluhan baru selama masa observasi.
Saat ini Bupati Rudy masih menjalani observasi pascatindakan. Fusia menjelaskan, bila dalam rentang 1×24 jam tidak ditemukan keluhan maupun kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, Bupati Bogor diproyeksikan dapat kembali beraktivitas normal dan diperbolehkan pulang.
Ia menambahkan, secara umum masa pemulihan setelah tindakan kateterisasi jantung membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Namun, durasi observasi dan pemulihan bisa lebih singkat bila kondisi pasien tetap stabil dan tidak menunjukkan tanda yang mengarah pada komplikasi.
Fusia juga menyampaikan bahwa pertimbangan stabilnya kondisi menjadi alasan mengapa pihak medis memperkirakan peluang pemulihan yang lebih cepat. Bupati Rudy sendiri, menurut Fusia, ingin proses pemulihan berjalan lebih cepat selama secara klinis memungkinkan.
Fusia turut menjelaskan pertimbangan Bupati Rudy memilih menjalani tindakan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menyatakan keputusan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan Bupati terhadap fasilitas kesehatan daerah serta kompetensi tenaga medis yang tersedia.
Dalam penjelasannya, Fusia menegaskan bahwa RSUD Idham Chalid memiliki tenaga medis kompeten dan fasilitas yang mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan pasien, termasuk dalam penanganan gangguan jantung. Bupati Rudy, kata Fusia, tidak mungkin bersedia menjalani perawatan di fasilitas tersebut bila tidak memiliki keyakinan terhadap layanan dan kemampuan dokter yang menangani.
Fusia menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa Bupati Rudy yakin dengan fasilitas yang ada dan dokter-dokter kompeten, termasuk dokter yang menangani tindakan di RSUD Ciawi.

