Metropolitan Awards 2026 memberikan penghargaan kepada 10 tokoh dari berbagai bidang, mulai kesehatan, budaya, lingkungan, hingga kemanusiaan. Acara penganugerahan berlangsung di Ballroom Hotel Harris Cibinong City Mall (CCM), Kabupaten Bogor, pada Jumat, 16 Oktober 2026 malam.
Penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, serta kontribusi nyata para penerima bagi masyarakat dan pembangunan. CEO Metropolitan Group, H. Hazairin Sitepu, menyampaikan bahwa penyelenggaraan di Cibinong menjadi penanda apresiasi terhadap kemajuan Kabupaten Bogor, yang menurutnya semakin menonjol dalam sekitar dua tahun terakhir.
Dalam puncak acara, penyerahan trofi dan piagam dilakukan kepada 10 tokoh yang dinilai berhasil melahirkan inovasi serta gerakan yang berdampak. Para penerima berasal dari spektrum yang luas, termasuk pejabat daerah dan penggiat sosial, sehingga penghargaan tidak hanya menyoroti capaian administratif, tetapi juga inisiatif berbasis masyarakat.
H. Hazairin menekankan bahwa penilaian diarahkan pada keberhasilan para penerima dalam menghadirkan inovasi di sejumlah bidang, seperti kesehatan, budaya, lingkungan, sampai gerakan kemanusiaan. Pola penilaian semacam ini memperlihatkan fokus pada kontribusi yang bisa dirasakan langsung, bukan sekadar program yang berhenti di dokumen atau seremonial.
Di sela sambutan, CEO Metropolitan Group juga menyinggung kondisi industri media yang tengah menghadapi tantangan berat. Ia menyatakan perusahaan berupaya bertahan sekaligus beradaptasi agar tetap relevan dalam ekosistem informasi yang terus berubah.
Hazairin menyebut jaringan Metropolitan menaungi sekitar 10 perusahaan media dengan dukungan basis digital. Ia juga menyinggung pengelolaan ekosistem akun TikTok yang totalnya lebih dari 76 juta follower se-Indonesia, sebagai gambaran bahwa transformasi digital menjadi salah satu strategi penting untuk menjangkau audiens.
Selain membahas aspek bisnis media, Hazairin menguraikan keterlibatan Metropolitan Group dalam aksi-aksi nyata untuk masyarakat. Ia mencontohkan inisiatif Festival Merah Putih di Bogor, gerakan Lubang Resapan Biopori, serta program Bogor Kubersih yang diarahkan untuk mendorong kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Ia juga menyebut keterlibatan dalam pencapaian Piala Adipura dan menerangkan adanya Gerakan Anak Negeri untuk aksi tanggap bencana di berbagai wilayah di Nusantara. Rangkaian program tersebut memperlihatkan pola kerja yang tidak berhenti pada pemberitaan, melainkan ikut bergerak bersama komunitas dan pihak terkait.
Hazairin menambahkan bahwa Metropolitan Group sedang merancang aksi kemanusiaan lanjutan melalui Gerakan Anak Negeri untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda Kalimantan. Dengan adanya rencana ini, fokus kemanusiaan yang dibahas dalam acara tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada kebutuhan penanganan bencana yang tengah berlangsung.
Gagasan kolaborasi yang ia tekankan juga mengarah pada sinergi antara insan media, pemerintah daerah, dan penggiat masyarakat agar semangat perubahan positif dapat terus tumbuh dari Bogor untuk Indonesia. Dalam konteks ini, penghargaan tampak diposisikan sebagai pemantik jejaring, sekaligus pengakuan terhadap pihak yang sudah menjalankan kerja lintas bidang.
Pada puncak acara, trofi dan piagam diberikan kepada 10 tokoh dengan kategori yang berbeda. Berikut nama-nama penerima Metropolitan Awards 2026:
Keberagaman penerima dari kepala daerah hingga penggiat sosial memberi gambaran bahwa inovasi yang diakui tidak hanya datang dari ruang pemerintahan, tetapi juga dari komunitas dan individu yang menjalankan program berbasis nilai dan kebutuhan lokal. Bagi warga, pengakuan semacam ini biasanya turut memperkuat legitimasi program yang sudah berjalan, sehingga peluang dukungan, replikasi, dan kolaborasi bisa lebih terbuka.

