Muscab ke-18, Amar Fassa Askar Terpilih Jadi Ketua Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor

Riky Iskandar
23 Agu 2026 04:13
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Amar Fassa Askar resmi terpilih sebagai Ketua Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor periode 2026-2029 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-18 yang digelar di SDIT Al-Irsyad, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan pada Sabtu (22/8/2026).

Muscab tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penentuan arah organisasi Pemuda Al-Irsyad untuk tiga tahun ke depan.

Amar terpilih setelah melalui proses pemilihan yang diikuti lebih dari 100 anggota. Dalam Muscab tersebut, Amar bersaing dengan Milzam Bajened yang kemudian dipercaya mendampinginya sebagai sekretaris.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang membuka Muscab tersebut meminta Pemuda Al-Irsyad tidak hanya fokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi turut mengambil bagian dalam pembangunan Kota Bogor.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana penataan kawasan Empang, termasuk Alun-alun Empang dan lingkungan di sekitarnya.

Dedie menilai Pemuda Al-Irsyad memiliki modal sejarah dan pengalaman organisasi yang panjang sehingga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga serta mengembangkan kawasan tersebut.

“Al-Irsyad ini kan sudah berdiri lebih dari 112 tahun. Artinya dengan pengalaman organisasi Al-Irsyad dan berlokasi di wilayah Empang, harapannya tentu Al-Irsyad ini dapat memberikan juga warna bagi Kota Bogor,” ujar Dedie.

Ia berharap keberadaan pemuda dapat memberikan kontribusi nyata, mulai dari menjaga kebersihan hingga menciptakan suasana yang kondusif di tengah proses pembangunan.

“Dimulai dari rencana penataan Alun-alun Empang dan sekitarnya melalui kontribusi nyata. Sama-sama kita jaga kondusivitas, kebersihannya dan yang ketiga tentu kita juga harus aktif dalam mendukung langkah-langkah pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” katanya.

Dedie juga mengapresiasi kiprah Saleh Thalib yang telah memimpin Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor selama tiga tahun terakhir. Kepada kepengurusan baru, ia berharap sinergi dengan Pemkot Bogor tetap berjalan.

“Saya berharap banyak kepada Pemuda Al-Irsyad dan mudah-mudahan nanti direspons dengan baik. Siapa pun nanti yang terpilih tetap bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah,” jelasnya.

Ketua Yayasan Al-Irsyad Kota Bogor Amir Hakim Baweel mengatakan pergantian kepemimpinan melalui Muscab harus menjadi momentum untuk meningkatkan kiprah organisasi, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, Pemuda Al-Irsyad memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Target untuk pemuda mungkin melanjutkan estafet kepemimpinan yang sudah berlalu untuk lebih meningkatkan mutu tentang sosial, tentang keormasan. Mereka kan pemuda itu keormasan di Al-Irsyad dan bergerak di bidang sosial,” ungkap Amir.

Ia menyebut kegiatan seperti sunatan massal, bantuan bagi korban bencana hingga berbagai aksi kemanusiaan merupakan program yang dapat terus diperkuat oleh kepengurusan baru.

Amir juga memastikan Al-Irsyad mendukung program Pemkot Bogor, termasuk rencana penataan Lapangan Empang yang berada di depan masjid.

“Semua program-program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Wali Kota Bogor kami terus mendukung karena kegiatannya cukup baik untuk kemasyarakatan. Kami sangat bersyukur sebagai warga Al-Irsyad karena itu lapangan depannya masjid. Kalau ditata dengan baik insyaallah akan mencerminkan keislaman kita,” tuturnya.

Sementara itu, Saleh Thalib mengatakan Muscab ke-18 menjadi momentum pergantian kepemimpinan setelah dirinya menjalankan roda organisasi selama tiga tahun.

“Untuk Muscab ini kurang lebih sudah ke-18 di Kota Bogor untuk pemilihan ketua Pemuda berikutnya dan juga pergantian roda organisasi kami,” kata Saleh.

Selama periode kepemimpinannya, Pemuda Al-Irsyad menjalankan sejumlah program sosial dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Pemkot Bogor.

Salah satu kegiatan yang menjadi program unggulan adalah ifthor shaimin yang menyasar anak yatim dan duafa. Pada 2024 dan 2025, kegiatan tersebut masing-masing melibatkan sekitar 1.000 anak yatim dan duafa.

Jumlah tersebut meningkat pada 2026. Melalui kolaborasi bersama Pemkot Bogor, kegiatan ifthor shaimin digelar di Lapangan Balai Kota dengan melibatkan sekitar 2.000 anak yatim dan duafa.

Selain kegiatan Ramadan, Pemuda Al-Irsyad juga rutin menyalurkan beras serta daging kurban kepada masyarakat di sekitar Empang. Bantuan tersebut mencapai sekitar 3.000 bungkus setiap tahunnya.

Saleh berharap kepengurusan baru tidak berhenti pada mempertahankan program yang sudah berjalan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi baru.

“Hal-hal yang sudah baik kami lakukan itu wajib dilanjutkan atau mungkin bahkan ditingkatkan seperti tadi ifthor shaimin, kegiatan penyaluran beras dan daging kurban. Harapannya hal-hal yang tiga tahun ke belakang belum terlaksana atau kekurangan-kekurangan di kepengurusan saya bisa diubah menjadi lebih baik,” terangnya.

Dengan terpilihnya Amar Fassa Askar sebagai ketua dan Milzam Bajened sebagai sekretaris, kepengurusan Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor periode 2026-2029 diharapkan mampu melanjutkan program sosial sekaligus memperkuat kolaborasi organisasi dengan pemerintah dan masyarakat.

x
x