google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Salah satu pelajar berinisial AD (16) mengakui bahwa dirinya bersama empat rekannya sengaja berangkat dari Sukabumi menuju Jakarta. Ia menyebut perjalanan dilakukan dengan cara menebeng kendaraan, yang mereka kenal dengan istilah “nge BM”.
AD juga mengaku bahwa pada hari tersebut dirinya tidak masuk sekolah karena sudah ada rencana berangkat. Ia menyatakan mereka menjadikan Stasiun Bogor sebagai tempat pertemuan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Pengakuan tersebut menjadi salah satu dasar mengapa petugas memperketat pemeriksaan, termasuk memeriksa barang bawaan.

Setelah diamankan, Satgas Pelajar bersama polisi memeriksa tas hingga telepon seluler milik para pelajar. Pemeriksaan semacam ini umumnya dilakukan untuk memastikan tidak ada barang yang membahayakan, sekaligus menelusuri tujuan keberangkatan serta memastikan identitas masing-masing.
Kelima pelajar tersebut terdiri dari siswa kelas 11 dan kelas 12. Saat proses pemeriksaan berlangsung, mereka tampak menundukkan kepala ketika berhadapan dengan petugas, lalu menjalani pengecekan untuk memastikan keterlibatan dan peran masing-masing dalam rencana keberangkatan.


Tidak ada komentar