Pelebaran Jalan Palasari-Cibadak Cijeruk, DPRD Bogor serap aspirasi warga

Abdul Halim
17 Okt 2026 01:20
Bogor 0 11
4 menit membaca

Sektor pariwisata di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, terus berkembang sehingga arus kendaraan yang melintasi kawasan itu meningkat. Dalam rangkaian reses di Cijeruk pada Kamis, 15 Oktober 2026, Cijeruk M Sobar Mansoer menyampaikan usulan agar Jalan Palasari-Cibadak diperlebar, karena menjadi akses penting menuju destinasi wisata di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Jalan tersebut dikenal sebagai jalur penghubung dari Batutulis, Kota Bogor, menuju Caringin dan Cigombong, lalu berlanjut ke kawasan wisata setempat.

Usulan pelebaran ini berangkat dari kekhawatiran akan keselamatan dan kemacetan di ruas Palasari-Cibadak. Panjang jalan akses wisata yang dimaksud sekitar 11 kilometer, sementara kondisinya dinilai belum mampu menampung lonjakan kendaraan yang datang dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Menurut Cijeruk M Sobar Mansoer, pembenahan infrastruktur jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas warga dan peluang ekonomi yang tumbuh di sekitar jalur tersebut.

Lonjakan wisata memicu kebutuhan pelebaran ruas Palasari-Cibadak

Perubahan paling terasa, kata Cijeruk M Sobar Mansoer, adalah peningkatan volume kendaraan dari tahun ke tahun. Ketika pariwisata di Cijeruk makin dikenal, jumlah kendaraan yang melintas ikut bertambah, termasuk kendaraan wisatawan yang menggunakan jalur Palasari-Cibadak sebagai akses utama. Ia menilai kondisi ruas yang ada belum sebanding dengan tingkat keramaian yang terjadi di lapangan, sehingga risiko kecelakaan dan potensi kemacetan meningkat.

Ia juga menekankan bahwa jalan tersebut merupakan bagian dari rute yang lebih luas, mulai dari Batutulis Kota Bogor menuju ke area Caringin dan Cigombong, sebelum akhirnya mengarah ke wilayah wisata Cijeruk. Artinya, permasalahan di ruas Palasari-Cibadak tidak hanya berdampak pada satu titik, melainkan memengaruhi arus perjalanan yang lebih panjang. Jika terjadi penumpukan kendaraan, aktivitas warga di sekitar jalur tersebut ikut terganggu, mulai dari mobilitas harian hingga akses distribusi kebutuhan usaha.

Alasan keselamatan dan antisipasi kemacetan

Dalam penjelasannya, Cijeruk M Sobar Mansoer mengaitkan usulan pelebaran dengan aspek keselamatan. Jalan yang tidak memadai untuk volume kendaraan yang terus naik dinilai berpotensi menimbulkan situasi berbahaya, terutama ketika arus kendaraan datang bersamaan pada jam-jam ramai. Selain itu, kemacetan yang muncul akibat kapasitas jalan yang terbatas dapat memperlambat pergerakan warga dan mengganggu layanan yang bergantung pada ketepatan waktu, seperti pengantaran barang dan mobilitas pekerja.

Warga dan pelaku aktivitas di sekitar kawasan wisata biasanya merasakan dampaknya secara langsung. Saat kendaraan berjejal, waktu tempuh menjadi lebih panjang dan biaya operasional bisa meningkat, misalnya untuk kendaraan yang harus menunggu di titik-titik rawan. Dalam konteks ini, pelebaran jalan menjadi langkah strategis untuk menekan risiko kecelakaan dan menata ulang arus lalu lintas agar lebih tertib.

Dukungan untuk UMKM Cijeruk lewat akses jalan yang memadai

Selain keselamatan, Cijeruk M Sobar Mansoer menyoroti dampak ekonomi dari perbaikan infrastruktur. Ia menyebut Jalan Cibadak-Palasari sebagai akses penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM di Kecamatan Cijeruk. Ketika akses jalan lancar, aktivitas ekonomi di area wisata biasanya ikut bergerak, karena wisatawan lebih mudah menjangkau lokasi dan perputaran barang serta jasa lebih cepat.

Ia menilai pelebaran yang memadai akan memberi efek lanjutan pada daya beli dan peluang usaha warga. UMKM yang menggantungkan layanan pada kunjungan wisata, seperti penjual makanan, minuman, suvenir, hingga jasa pendukung, cenderung merasakan manfaat dari arus wisatawan yang stabil. Dengan kata lain, perbaikan jalan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi juga berhubungan dengan keberlangsungan usaha masyarakat di sepanjang koridor akses.

Reses sebagai pintu serap aspirasi, dibawa ke rapat DPRD

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurunnisa Setiawan yang hadir dalam kegiatan reses menegaskan bahwa forum reses menjadi momentum untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Ia menyatakan aspirasi yang disampaikan warga akan diserap dan kemudian dibawa ke rapat kerja DPRD. Dalam penjelasannya, Nurunnisa Setiawan menyebut bahwa proses pembahasan akan dilakukan di forum-forum resmi, termasuk Badan Anggaran dan tingkat komisi.

Nurunnisa Setiawan juga menyinggung bahwa pelebaran jalan tidak hanya sekadar urusan fisik, melainkan terkait rangkaian masalah yang sudah digambarkan secara gamblang oleh pihak kecamatan. Ia menyatakan DPRD hadir untuk menyerap gambaran tersebut dan menyuarakannya kembali agar masuk dalam agenda pembahasan. Untuk infrastruktur Dapil 3, Komisi 3 yang membidangi persoalan jalan disebut akan menjadi ruang pembahasan, dengan penugasan anggota dewan sesuai fokus masing-masing.

Koordinasi pembahasan infrastruktur dan rencana tindak lanjut

Dalam struktur pembahasan infrastruktur, disebutkan bahwa Komisi 3 di Dapil 3 akan diwakili oleh Jalil dan Fahim yang fokus pada persoalan jalan. Wakil Ketua DPRD Pak Wanhai disebut sebagai koordinator, sementara tindak lanjut diarahkan agar usulan disampaikan kembali kepada Dinas Pekerjaan Umum terkait. Nurunnisa Setiawan menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya menyampaikan aspirasi tersebut secara maksimal, sejalan dengan penilaian bahwa Jalan Cibadak menjadi bagian yang penting untuk mendukung kebutuhan wilayah.

Terkait tindak lanjut, Nurunnisa Setiawan memastikan setiap aspirasi akan dibahas dalam rapat kerja DPRD. Ia juga menyinggung contoh persoalan yang sudah lama muncul dalam musrenbang namun belum terealisasi, seperti kebutuhan yang disebut terkait SMPN 2 Cijeruk yang telah menjadi pembahasan selama sekitar lima tahun. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sudah meminta data dan pernah menyampaikan isu tersebut pada Badan Anggaran, sehingga harapannya dapat masuk dalam realisasi pada tahun berikutnya.

x
x