
INFOPANTULAN.COM, BOGOR— Pemerintah Kota Bogor mengambil sejumlah langkah antisipasi menyusul dampak sebaran abu vulkanik yang memengaruhi kualitas udara. Mulai 7-8 September 2026, seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah dan lembaga pendidikan di Kota Bogor dialihkan sementara ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah Pemkot Bogor menggelar rapat kesiapsiagaan bersama Sekda, jajaran OPD, serta Kementerian Agama Kota Bogor pada Minggu malam (6/9/2026).
“Kita melihat situasi dan hasil penelaahan kualitas udara di Kota Bogor. Hari ini angkanya 83, masuk kategori sedang,” kata Jenal pada awak media.
Menurutnya, dengan kondisi kualitas udara kategori sedang, masyarakat masih diperbolehkan beraktivitas, namun dengan pembatasan dan langkah pencegahan.
Salah satu langkah utama adalah menerapkan PJJ selama dua hari, yakni 7 dan 8 September. Kebijakan ini berlaku mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, madrasah, hingga PKBM.
“Setelah dua hari kita akan evaluasi kembali. Dasar evaluasinya dari kualitas udara yang kita ukur,” ujarnya.
Pemkot Bogor juga menyiapkan 250.000 masker medis untuk masyarakat yang masuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, pekerja lapangan, serta warga dengan gangguan atau riwayat penyakit pernapasan.
Selain itu, penyemprotan air dilakukan di sejumlah jalan protokol, fasilitas publik, trotoar, dan area lainnya untuk membantu mengendapkan debu vulkanik.
Jenal mengingatkan proses pembersihan abu tidak dilakukan dengan cara menyapu kering. Sebab, debu yang terangkat justru berpotensi kembali beterbangan dan memperluas sebarannya.
“Di sekolah-sekolah juga dilakukan pembersihan dengan disemprot air, disiram air, atau menggunakan lap basah. Yang pasti tidak disapu karena debunya akan bertebaran,” jelasnya.
Kualitas Udara Akan Dipantau Setiap Hari
Untuk memperoleh data kualitas udara yang lebih terukur, Pemkot Bogor akan memanfaatkan alat SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara) yang dipinjamkan Kementerian Lingkungan Hidup.
Alat tersebut dijadwalkan tiba pada Senin (7/9/2026) dan akan digunakan untuk melakukan pengukuran kualitas udara di Kota Bogor.
Pemkot juga berencana memperbarui informasi kualitas udara setiap hari agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi udara terkini.
“Insyaallah setiap hari Pemkot akan meng-update status kualitas udara sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya bagaimana kondisi udara yang sebenarnya di Kota Bogor,” kata Jenal.
Olahraga Disarankan di Dalam Ruangan
Di tengah kondisi kualitas udara kategori sedang, aktivitas olahraga masyarakat masih diperbolehkan. Namun, Pemkot Bogor mengimbau warga memilih olahraga di dalam ruangan.
“Masih dibolehkan untuk berolahraga, tetapi alangkah lebih baiknya olahraga yang bersifat indoor. Kita mencegah daripada mengobati,” ujarnya.
Dinas Kesehatan juga akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah wilayah untuk mendeteksi kemungkinan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Sementara itu, aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berjalan normal. Namun, ASN yang bekerja di lapangan akan dibekali masker sesuai standar dan aktivitas luar ruang akan dibatasi.
Untuk ASN yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, mekanisme bekerja dari rumah (WFH) dapat diusulkan melalui OPD masing-masing.
Pemkot Bogor juga meniadakan kegiatan apel di lapangan dan akan memberikan pengarahan khusus kepada petugas lapangan, termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Jenal mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih, serta menutup rapat pintu dan jendela rumah saat tidak diperlukan untuk mencegah debu masuk ke dalam ruangan.

