google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan saat ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan masyarakat tidak hanya tetap berfungsi, tetapi juga memiliki kondisi struktur dan kapasitas yang lebih baik untuk jangka panjang,” jelasnya.
Ari menuturkan, perbaikan JPO tersebut juga merupakan bagian dari aspirasi warga Ranggamekar dan Batutulis yang sebelumnya disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Usulan itu kemudian masuk dalam tahapan perencanaan dan penganggaran sehingga ditetapkan untuk dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026.
Ia mengingatkan, penundaan pekerjaan dapat membuat program tersebut harus kembali melalui tahapan perencanaan dan penganggaran. Kondisi tersebut dinilai belum tentu memungkinkan untuk dilakukan pada 2027 mengingat keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah.
“Apabila pelaksanaan pekerjaan ditunda, maka diperlukan kembali proses perencanaan dan penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan keterbatasan ruang fiskal serta tahapan penyusunan anggaran tahun berikutnya, pekerjaan tersebut belum tentu dapat kembali dialokasikan pada TA 2027,” ujarnya.
Sebelum pekerjaan dimulai, Disperumkim telah melakukan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah dan aparatur kewilayahan. Pembahasan mencakup kondisi lalu lintas, kebutuhan akses masyarakat, pembangunan trase baru Jalan Danasasmita, hingga dampaknya terhadap aktivitas warga.


Tidak ada komentar