google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Kami bersama aparatur wilayah sudah mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kebutuhan akses masyarakat, pelaksanaan pembangunan jalan trase baru Danasasmita, serta kepentingan warga Ranggamekar dan Batutulis,” ungkapnya.
Ia mengatakan, selama proses konstruksi berlangsung, akan ada penyesuaian akses yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dan kontraktor akan terus dilakukan untuk menekan dampak tersebut.
Disperumkim juga meminta masyarakat mematuhi rambu-rambu, pengamanan proyek, pengaturan akses, serta rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama pekerjaan berlangsung.
“Mohon dukungan dan pengertian masyarakat selama proses perbaikan berlangsung. Gangguan akses yang terjadi selama masa konstruksi bersifat sementara, sedangkan manfaat yang ingin diwujudkan adalah tersedianya jembatan penghubung Ranggamekar-Batutulis yang lebih aman, lebih lebar, lebih nyaman, dan lebih baik secara struktural,” tegasnya.
Pemkot Bogor, lanjut Ari, juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, standar keselamatan konstruksi, dan target waktu yang telah ditetapkan.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat pelaksanaan pekerjaan ini sebagai investasi infrastruktur untuk kepentingan bersama. Ketidaknyamanan selama proses konstruksi diupayakan seminimal mungkin agar setelah pekerjaan selesai, masyarakat memperoleh akses penghubung Ranggamekar-Batutulis yang lebih aman, nyaman serta representatif,” tandasnya.


Tidak ada komentar