
INFOPANTULAN.COM – Seorang pria diduga mencuri motor di kawasan wisata Setu Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin 21 September 2026 siang. Aksi pelaku berujung perlawanan warga karena korban sempat melihat motornya dibawa kabur dan meminta pertolongan saat kejadian terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban, Tami (18), mengaku sedang beristirahat di pinggir jalan menghadap Setu Pabuaran ketika seorang pelaku duduk di motornya lalu langsung membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernopol F 5018 FKO. Ketika Tami berteriak meminta tolong, seorang warga mencoba mengadang pelaku, tetapi pelaku diduga menodongkan benda mirip pistol.
Menurut keterangan Tami, momen awal terjadi ketika ia melihat orang yang tiba-tiba menghampiri dan berada di motornya. Ia sempat tidak langsung menyangka tindakan tersebut akan berujung pencurian karena saat itu ia hanya sedang istirahat. Tak lama kemudian, pelaku langsung menjalankan motor dan meninggalkan lokasi.
Tami kemudian menyadari bahwa motor miliknya telah dibawa kabur. Ia berteriak memanggil warga sekitar agar membantu menghentikan pelaku. Tindakan cepat dari korban menjadi pemicu warga ikut bergerak, namun upaya menghadang justru mendapat perlawanan dari pelaku.
Seorang warga yang mendengar teriakan korban berupaya menghalangi pelaku. Namun pelaku tidak menghentikan aksinya. Warga tersebut menyebut bahwa pelaku sempat menodongkan benda yang diduga pistol ke arahnya, sehingga warga memilih mundur dan situasi tidak berkembang ke penangkapan di tempat.
Dalam kasus seperti ini, penodongan biasanya membuat warga kesulitan melakukan intervensi langsung karena ada risiko keselamatan. Dari keterangan yang beredar, pelaku memanfaatkan momen setelah korban lengah saat istirahat, lalu menjalankan motor dan melarikan diri sebelum bantuan datang lebih jauh.
Kerabat korban, Cahyo, mengungkapkan adanya kemiripan ciri-ciri pelaku dengan sosok yang sebelumnya terekam CCTV di toko Jims Honey Parung. Ia menyebut ciri yang muncul di rekaman tersebut sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Menurut Cahyo, pelaku memakai jaket yang menyerupai seragam ojek online (Grab) dan bertingkah seolah-olah membawa penumpang. Pola seperti ini kerap membuat korban atau warga lain lengah, karena pelaku terlihat seperti pekerja layanan transportasi, padahal justru menggunakan penampilan itu untuk mendekati target.
Cahyo juga menyatakan pihaknya telah membuat laporan terkait pencurian motor tersebut ke Polsek Kemang. Laporan ini menjadi langkah awal agar penyelidikan bisa dilakukan dan pelaku dapat diidentifikasi lebih lanjut melalui keterangan saksi maupun rekaman yang mungkin ada di sekitar lokasi.
Panit Reskrim Polsek Kemang, Ipda Muryani, membenarkan terjadinya aksi pencurian motor tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti setelah menerima laporan dan akan melakukan pendalaman.
Ipda Muryani juga menyebut telah berkoordinasi dengan Resmob Polres Bogor untuk mendalami kasus. Koordinasi ini biasanya diperlukan ketika ada indikasi pola yang sama, misalnya kemiripan ciri pelaku dari rekaman CCTV atau dugaan pelaku berulang kali melakukan tindakan serupa di wilayah berbeda.
Dalam kesempatan terpisah, polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan, termasuk di lokasi yang ramai atau area wisata. Penekanan utama ada pada kebiasaan tidak lengah, karena pelaku sering memanfaatkan momen ketika pemilik kendaraan sedang beraktivitas atau tidak berada di samping motor.
Petugas menyarankan penggunaan kunci ganda serta memarkir kendaraan di tempat yang aman dan terlihat. Dengan langkah itu, peluang pelaku mengambil kendaraan tanpa hambatan bisa berkurang, sekaligus mempercepat respons jika terjadi upaya pencurian. Kejadian di Setu Pabuaran Kemang menjadi pengingat bahwa pengamanan kendaraan tetap perlu dilakukan meski berada di area yang terlihat terbuka.

