google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Peringati HAN Kota Bogor, Dedie A Rachim Maraknya Bullying Kalangan Pelajar

Ayatullah Humaeni
25 Jul 2026 07:12
3 menit membaca

​”Berdasarkan pengalaman saya turun ke sekolah-sekolah, anak-anak yang suka nge-bully temannya ternyata sering menerima tekanan keras atau kekerasan fisik dari orang tuanya di rumah. Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah. Adab inilah yang akan menopang bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan hebat,” jelasnya.

​Selain pesan untuk para orang tua, Dedie A. Rachim mengimbau para tenaga pendidik agar tidak hanya berfokus pada capaian akademis semata, melainkan turut mengisi ruang jiwa anak dengan pendekatan yang humanis dan seni.

​”Untuk para guru, tolong di sekolah betul-betul isi kekosongan yang belum diajarkan di rumah. Guru harus berperan mencarikan solusi atas permasalahan anak dan membekali mereka dengan hal-hal yang lembut seperti kesenian, agar anak-anak bisa mengekspresikan jiwanya dan tidak terbebani,” tambah Wali Kota.

​Ia mengingatkan bahwa anak-anak bagaikan kertas putih yang membutuhkan ruang aman untuk menyampaikan pendapat dan mengeksplorasi bakat. Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang komunikatif terbukti mampu mengukir prestasi luar biasa serta tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

​Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, menjelaskan bahwa puncak acara peringatan HAN 2026 ini sengaja dirancang secara khusus sebagai wadah inklusif bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung publik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x