
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merealisasikan program Bantuan Sosial Biaya Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp3.969.800.000.
Bantuan tersebut diberikan kepada 3.368 siswa dari 98 sekolah tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Bogor untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bogor, Aep Saefulloh, mengatakan seluruh penerima bantuan telah melalui proses pengajuan yang dilakukan sekolah pada tahun sebelumnya sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
“Pada tahun 2025, peserta didik melalui sekolah masing-masing mengajukan proposal permohonan bantuan BSM. Pengajuan dilakukan mulai 1 Januari sampai 31 Maret 2025,” kata Aep, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, setiap siswa dapat diusulkan menerima bantuan dengan nilai maksimal Rp1,5 juta. Besaran tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 7 Tahun 2024 sebagai dasar pelaksanaan program.
“Besaran permohonan bantuan BSM yang diusulkan maksimal Rp1,5 juta per siswa sesuai Perwali Nomor 7 Tahun 2024,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses seleksi penerima dilakukan melalui verifikasi administrasi. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai bukti bahwa calon penerima berasal dari keluarga yang membutuhkan.
“Berkas individual siswa dikumpulkan terlebih dahulu di sekolah, kemudian direkap oleh panitia sekolah dan disampaikan kepada Bagian Kesra dalam bentuk Proposal Permohonan Bantuan Biaya Pendidikan,” jelas Aep.
Dari total anggaran yang disalurkan, jenjang SMK menjadi penerima terbesar. Sebanyak 2.968 siswa dari 73 SMK menerima bantuan dengan nilai Rp3.493.400.000.
Sementara itu, bantuan juga diberikan kepada 309 siswa dari 18 SMA dengan total anggaran Rp370.800.000. Adapun pada jenjang Madrasah Aliyah, bantuan disalurkan kepada 91 siswa di tujuh sekolah dengan nilai Rp105.600.000.
“Secara keseluruhan bantuan disalurkan kepada 98 lembaga pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 3.368 siswa dan total anggaran Rp3.969.800.000,” ungkapnya.
Aep berharap program BSM dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Selain membantu memenuhi kebutuhan biaya sekolah, bantuan tersebut juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah di Kota Bogor sehingga setiap anak tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang menengah.

