Sekolah Rakyat Bogor di Rancamaya mulai disiapkan, tampung 2.000 siswa

Abdul Halim
23 Sep 2026 15:39
Pendidikan 0 32
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kota Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Langkah ini ditandai dengan peninjauan langsung Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada Rabu, 23 September 2026, sekaligus evaluasi kesiapan lahan yang akan digunakan.

Proyek Sekolah Rakyat tersebut disiapkan di lahan sekitar 5 hektare, dengan sekitar 2,5 hektare sedang menjalani proses land clearing. Dari hasil peninjauan, Pemkot Bogor menemukan beberapa bagian kawasan memiliki kontur terjal sehingga perlu penyesuaian rancangan pemanfaatan agar lingkungan belajar tetap aman dan nyaman. Rencana ini juga menargetkan sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA yang berasal dari keluarga prasejahtera di Kota Bogor.

Penyesuaian lahan terjal untuk rancangan Sekolah Rakyat Rancamaya

Dedie menilai evaluasi lapangan penting dilakukan sebelum konstruksi dimulai. Pasalnya, kontur yang terbilang terjal pada sebagian area dapat memengaruhi desain bangunan, aksesibilitas, hingga penataan fasilitas pendukung. Karena itu, Pemkot Bogor perlu mengubah alur pemanfaatan lahan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Usulan yang disampaikan Dedie adalah memasukkan area di atas bagian yang sedang atau telah melalui proses land clearing ke dalam kawasan Sekolah Rakyat. Sementara itu, area di bagian bawah diarahkan untuk fungsi pendukung, sehingga tata ruang lebih sesuai dengan karakter lahan. Dengan pendekatan seperti ini, proyek diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ruang belajar, tetapi juga menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan.

“Ada beberapa potensi aset kita yang bisa nanti dimanfaatkan langsung oleh Sekolah Rakyat,” kata Dedie.

Konsep boarding school dan target 2.000 siswa

Rencana Sekolah Rakyat di Rancamaya dibangun melalui kerja sama Pemerintah Kota Bogor dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial. Konsep yang disiapkan adalah boarding school, sehingga siswa tidak hanya menerima pendidikan secara gratis, tetapi juga mendapatkan fasilitas pendukung selama masa pendidikan.

Dedie menyebutkan sasaran utama adalah siswa jenjang SMP dan SMA dari warga Kota Bogor yang berasal dari keluarga prasejahtera. Dengan proyeksi sekitar 2.000 siswa, program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam jangkauan layanan pendidikan berkualitas.

“Kenapa saya memprioritaskan? Karena yang akan sekolah di sini jenjang SMP dan SMA kurang lebih sampai dengan 2.000 siswa, yang notabene mereka adalah warga Kota Bogor dari keluarga prasejahtera,” ujarnya.

Dampak sosial dan ekonomi yang ditargetkan Pemkot Bogor

Pemkot Bogor tidak ingin program ini berhenti pada aspek akademik semata. Keberadaan Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi pintu masuk untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarga siswa dalam jangka panjang. Dedie menekankan bahwa akses pendidikan yang lebih baik dapat membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan mutu kehidupan keluarga.

Harapannya, program ini membantu keluarga prasejahtera yang selama ini belum memiliki akses terhadap peningkatan kualitas hidup, termasuk akses terhadap pemberdayaan. Dengan model boarding school, siswa diharapkan dapat menjalani proses belajar yang lebih terstruktur, sambil memperoleh fasilitas pendukung yang menunjang kebutuhan selama pendidikan.

“Ke depan akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga di Bogor yang selama ini mungkin masih prasejahtera, tidak memiliki akses terhadap pemberdayaan dan juga peningkatan mutu maupun hal lainnya,” katanya.

Terminal Agribisnis 2004 diproyeksikan jadi kawasan pendidikan

Kawasan yang dipilih memiliki latar belakang berbeda dengan lahan sekolah pada umumnya. Lokasi tersebut sebelumnya merupakan Terminal Agribisnis yang berdiri sejak 2004. Namun, keberadaannya disebut belum berjalan secara optimal, sehingga Pemkot Bogor mengarahkan fungsi kawasan menjadi fasilitas pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat.

Transformasi fungsi lahan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah Bogor Selatan. Selain Rancamaya, Pemkot Bogor juga menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah jenjang SMP dan SMA di wilayah Kertamaya, menunjukkan bahwa rencana pemerataan fasilitas pendidikan sedang diperluas.

Persiapan teknis menjadi syarat sebelum pembangunan dimulai

Sebelum pembangunan benar-benar dimulai, Dedie meminta seluruh aspek teknis dipastikan terlebih dahulu. Mulai dari kondisi kawasan, kesiapan lahan, hingga fasilitas pendukung, semuanya perlu diperhitungkan agar lingkungan sekolah nantinya aman dan nyaman bagi para siswa.

Permintaan tersebut menegaskan bahwa penyesuaian terhadap kontur terjal bukan sekadar perubahan desain, melainkan bagian dari kesiapan menyeluruh. Dengan memastikan area belajar, akses, serta kebutuhan fasilitas pendukung dirancang sesuai kondisi, proyek diharapkan bisa berjalan lebih tertib dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa.

“Seluruh aspek harus dipastikan, mulai dari kondisi area, lahan, hingga fasilitas pendukung agar para siswa dapat belajar dengan nyaman, aman, serta tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.

x
x