
INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Sebuah Toyota Sigra bernomor polisi F 1330 RT terperosok ke jurang sedalam sekitar 9 hingga 10 meter di Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mobil berwarna abu-abu tersebut diketahui merupakan kendaraan taksi online yang tengah membawa penumpang dari kawasan Jalan Sholeh Iskandar menuju Cilebut.
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson Sudarsono, mengatakan kecelakaan bermula saat kendaraan tiba-tiba keluar jalur setelah ban bagian depan tergelincir ke bahu jalan.
Menurut keterangan pengemudi bernama Asep, dirinya sempat mengaku mengantuk ketika mengemudikan kendaraan. Mobil kemudian menabrak pagar pembatas jalan yang sudah dalam kondisi tua hingga jebol dan membuat kendaraan terjun ke bawah menuju aliran Sungai Pekancilan.
“Dari keterangan sopir yang bernama Saudara Asep, asli dari Leuwiliang, bahwa dia sebagai sopir Grab mendapat penumpang seorang perempuan dari Jalan Sholeh Iskandar menuju ke Cilebut. Setiba di TKP, tiba-tiba karena mengantuk, ban depan terpleset ke bahu jalan sehingga mobil masuk ke dalam jurang,” ujar Sonson.
Meski jatuh dari ketinggian hingga sekitar 10 meter, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pengemudi dan penumpang berhasil selamat meski mengalami luka akibat benturan.
“Untuk kondisi penumpang dan sopirnya, alhamdulillah tidak mengalami luka berat. Hanya ada luka akibat benturan saja karena kedalaman mobil tersebut ke dalam jurang kurang lebih antara 9 sampai 10 meter,” katanya.
Proses evakuasi kendaraan menjadi perhatian petugas karena kondisi Jalan Raya Cilebut yang relatif sempit serta memiliki arus lalu lintas cukup padat. Polisi pun menyiapkan armada derek khusus untuk mengangkat kendaraan dari dasar jurang.
Polsek Tanah Sareal bersama Unit Laka Polresta Bogor Kota berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk mendatangkan kendaraan derek yang dinilai mampu melakukan proses evakuasi di lokasi.
“Nanti setelah kendaraan dereknya ada, kami akan berkoordinasi dengan Satlantas dan dibantu warga untuk menutup jalan. Jalur dari arah Sholeh Iskandar dan arah Cilebut kami tutup dulu sementara karena tidak ada ruang untuk menderek,” jelasnya.
Sementara itu, polisi turut menanggapi informasi warga yang menyebut lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan hingga menimbulkan korban.
Sonson menegaskan, berdasarkan catatan selama dirinya bertugas di wilayah Tanah Sareal, kejadian kendaraan roda empat terperosok ke aliran Sungai Pekancilan baru kali ini terjadi.
“Selama kami bertugas di Tanah Sareal, baru kali ini kejadian ada kendaraan khususnya roda empat atau mobil yang terperosok ke aliran Sungai Pekancilan,” pungkasnya. (Abi)

