
INFOPANTULAN.COM – Upaya pendinginan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor terus ditingkatkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor kini memanfaatkan embung air yang dilengkapi sistem nozzle otomatis untuk membantu proses pendinginan di titik-titik tertentu.
Langkah ini membuat penyiraman dapat berjalan lebih terarah dan berulang sesuai kebutuhan, sementara penanganan mobile tetap dilakukan petugas pemadam kebakaran. Fokusnya adalah menjaga agar proses pendinginan di area TPAS Galuga tetap berlangsung, terutama pada lokasi yang sudah ditentukan membutuhkan perlakuan lebih intens.
Dalam sistem yang digunakan BPBD, air ditampung terlebih dahulu di dalam embung. Setelah itu, air dialirkan menuju nozzle yang berputar, sehingga penyiraman bisa menyasar area yang telah ditetapkan sebelumnya.
Petugas BPBD Kabupaten Bogor, Muhidin, menjelaskan bahwa prinsip kerja sistem tersebut dianggap sejalan dengan mekanisme pendinginan pada pemadam kebakaran. Perbedaannya ada pada cara distribusi, karena BPBD menggunakan embung sebagai penampung, lalu air didorong menuju nozzle otomatis yang mengatur arah penyiraman.
Air yang digunakan tidak langsung dari sumber terbuka, melainkan berasal dari tangki. Tangki kemudian dialirkan ke embung, dan dari embung air dipompa untuk menuju nozzle yang berputar di lokasi pemasangan.
Muhidin menyebutkan bahwa lokasi pemasangan nozzle telah ditentukan berdasarkan titik yang membutuhkan pendinginan. Penempatan ini penting agar penyiraman tidak menyebar tanpa kendali, melainkan mengikuti kebutuhan lapangan di sekitar kawasan TPAS Galuga.
Saat ini BPBD memiliki dua titik embung yang dilengkapi sistem penyiraman otomatis. Dua titik tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga area tertentu tetap mendapatkan pendinginan, sekaligus mengurangi beban kerja petugas ketika penyiraman perlu dilakukan secara berulang.
Dengan adanya dua titik, petugas dapat menyesuaikan fokus pendinginan sesuai kondisi di lapangan. Jika ada area yang membutuhkan perlakuan lebih, penyiraman otomatis dapat diarahkan pada titik yang sudah dipasang sesuai rencana.
Meski telah memakai embung dan nozzle otomatis, proses pendinginan secara mobile tidak dihentikan. Muhidin menegaskan bahwa petugas pemadam kebakaran tetap menyasar titik-titik yang membutuhkan penanganan langsung.
Menurutnya, terdapat dua titik yang ditangani BPBD melalui sistem embung otomatis, sementara pendinginan mobile dilakukan pemadam pada area yang memerlukan respons cepat. Kombinasi dua pendekatan ini diharapkan membuat penanganan lebih fleksibel, terutama ketika kondisi di lokasi berubah.
Pendekatan campuran juga membantu memastikan tidak ada bagian yang terlewat. Sistem otomatis dapat menjaga titik-titik yang sudah ditetapkan, sedangkan mobilitas pemadam digunakan untuk mengisi kebutuhan yang muncul di lokasi.
Selain mengandalkan perangkat, BPBD juga menaruh perhatian pada faktor cuaca. Muhidin berharap kondisi cuaca mendukung proses penanganan, karena hujan dinilai dapat mempercepat pendinginan.
Hujan juga diharapkan membuat penyiraman lebih merata di kawasan TPAS Galuga setelah kebakaran. Saat air tambahan dari hujan turun, proses pendinginan menjadi lebih efektif karena distribusi air cenderung lebih luas dibanding hanya mengandalkan penyiraman terarah.
Muhidin menuturkan bahwa bila hujan turun, penanganan diharapkan bisa lebih cepat selesai. Dengan begitu, sistem embung dan nozzle otomatis dapat bekerja optimal pada titik yang sudah dipasang, sementara pemadam tetap siap menindak bagian yang memerlukan penanganan segera.

