google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Sunset di Kebun Phase 2: Saat Musik, Alam, dan Kreativitas Menyatu di Kebun Raya Bogor

Nelly Sipayung
30 Agu 2026 08:21
5 menit membaca

Tak hanya musik, Sunset di Kebun Phase 2 juga menghadirkan Kultura, sebuah ruang yang mempertemukan festival dengan seni dan budaya. Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan, mulai dari Tari Legong dan Tari Pendet oleh Sanggar Seni Dewi Sri, musikalisasi puisi dan slam poetry bersama Gramedia Pustaka Utama, Gek Gek Gong Teater, hingga Tari Barong.

Berbagai aktivitas kreatif juga tersedia di area Natura. Pengunjung dapat mengikuti kelas merangkai bunga, merajut, merakit, pot painting, hingga membuat kokedama.
Kebun Raya Bogor turut menghadirkan aktivitas live sablon, press patch, serta kelas edukasi seperti Oshibana, Ecoprint, dan pembuatan Lilin Aromaterapi.

Bagi pengunjung yang ingin mengekspresikan kreativitas, tersedia pula program Corat-Coret sebagai ruang untuk menuangkan ide melalui gambar dan tulisan. Sementara Paket Cinta mengajak pengunjung kembali merasakan nostalgia budaya berkirim surat melalui aktivitas bertukar pesan.

Semangat keberlanjutan juga diwujudkan melalui program Bike to Sunset yang mengajak masyarakat menuju venue dengan bersepeda. Program ini melibatkan komunitas Olah Gaya dan Sor.Ride sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat sekaligus upaya mengurangi emisi karbon.

“Pesan keberlanjutan tidak harus selalu disampaikan dengan cara yang formal. Kami mencoba menghadirkannya melalui aktivitas yang dapat dilakukan dan dirasakan langsung oleh pengunjung,” kata Abi.

Sunset di Kebun Phase 2 membuktikan bahwa Kebun Raya dapat menjadi ruang publik yang mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat. Musik, seni budaya, edukasi, kreativitas, komunitas, kuliner, hingga konservasi berpadu dalam satu pengalaman.

Dengan mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Bogor Raya serta didominasi kelompok usia produktif, festival ini menjadi salah satu ruang yang semakin dekat dengan generasi muda dan masyarakat urban.

Selama dua hari penyelenggaraan, ribuan Sunset People tak hanya datang untuk menyaksikan musisi favorit mereka. Mereka juga menikmati suasana hijau Kebun Raya, mengikuti berbagai aktivitas kreatif, mengenal kekayaan hayati Indonesia, hingga merasakan pengalaman festival yang berbeda.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x