google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Sementara itu, Raffi Ahmad mengaku memiliki banyak kenangan dengan Kota Bogor. Ia menyebut dirinya pertama kali menjalani kegiatan syuting di Bogor sekitar tahun 2000 atau 2001.
Kehadiran RANS Simba di Bogor, kata Raffi, menjadi salah satu langkah untuk semakin mengembangkan olahraga basket sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat.
“Karena RANS sekarang sudah domisilinya di Bogor, jadi kita menetapkan ‘Bogor Pride’. Jadi saya ingin memajukan olahraga basketnya RANS di Bogor dengan presidennya Pak Gading Marten,” ujar Raffi.
Tak hanya olahraga, Raffi juga mengungkapkan rencana menggelar kegiatan yang melibatkan UMKM, seni dan budaya di Kota Bogor. Salah satunya melalui rencana penyelenggaraan RANS Karnaval.
“Nanti saya mungkin ngajak Teh Nagita juga datang ke sini untuk kita bikin namanya RANS Karnaval. Jadi UMKM-UMKM, acara-acara kesenian, dan lain-lain kita dukung,” katanya.
Raffi juga ingin mengajak generasi muda mengenal lebih jauh berbagai potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Bogor.
Ia menyebut, bersama Ariel, Desta dan Gading Marten dalam kegiatan The Dudas Mamba, pihaknya berencana mengeksplorasi berbagai daerah di Indonesia. Kota Bogor pun dinilai memiliki banyak lokasi heritage yang menarik untuk diperkenalkan kepada anak muda.
“Nanti di Bogor saya tanya ke Kang Wali Kota, apa yang kita mau eksplor? Apa kebudayaannya, culture-nya? Banyak karena tempat-tempat heritage di Bogor yang anak-anak muda itu perlu tahu,” tuturnya.
Menurut Raffi, identitas Bogor tidak hanya sebatas sebagai Kota Hujan. Kota ini juga memiliki berbagai bangunan bersejarah, kawasan heritage, perguruan tinggi, serta potensi anak muda yang perlu terus dikembangkan dan dipromosikan.


Tidak ada komentar